Pedagang Tidak Diajak Berembuk, Pengundian Kios Dan Los Pemindahan Pasar Weleri Gagal

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL , KRjogja.com – Tidak adanya komunikasi yang jelas terkait pemindahan lokasi pasar Weleri yang belum lama ini terbakar ke Terminal Bahurekso membuat pengundian kios dan los gagal dilaksanakan.

Pedagang banyak yang keberatan hal ini menurut beberapa pedagang karena sifatnya mendadak. Keberatan ini karena pengundian bersifat dadakan tanpa sebelumnya dikomunikasikan dengan pedagang. Banyak pedagang tidak mengetahui adanya rencana Dinas Perdagangan untuk memindah pedagang Pasar Weleri ke Terminal Bahurekso.

Anehnya justru ada pedagang yang mengaku tiba-tiba mendapatkan undangan pengundian kios dan los. “Terus terang kami disini seperti tidak tahu kenapa diundang ke Terminal Bahurekso. Karena selama ini tidak ada komunikasi baik paguyuban ke pedagang maupun Dinas Perdagangan kepada pedagang, pola komunikasinya tidak terbangun.,” ujar salah seorang pedagang Wawan.

Para pedagang juga tidak mengetahui alasan Dinas Perdagangan memindah pedagang ke Terminal Bahurekso. Selain itu, menurutnya, 50 pedagang yang diundang tidak mewakili semua blok maupun pedagang. Seperti pedagang sayur, ikan dan daging tidak dilibatkan atau diundang.

Total di Pasar Weleri ada 2.200 pedagang. Sebanyak 1.700 pedagang memiliki kartu kuning alias kartu keanggotaan pedagang yang sebelumnya memiliki kios dan los resmi di Pasar Weleri. Sedangkan 500 pedagang tidak memiliki Kartu Kuning.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perdagangan, Alfebian Yulando mengaku akan menjadwalkan ulang pengundian kios dan los. Rencananya akan dilaksanakan Senin (15/3) nanti. “Ini tidak gagal, hanya tertunda. Tapi pedagang yang kami kumpulkan sudah sepakat untuk nantinya menempati Terminal Bahurekso,” ujar Alfebian.

BERITA REKOMENDASI