Pejuang Kemerdekaan Akui Brimob Polisi Berkualifikasi Tempur

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJogja.Com – Brimob atau kepanjangannya Brigade Mobile merupakan satu-satunya polisi di dunia yang memiliki kualifikasi ganda. sebagai penegak hukum namun juga berkemampuan tempur.
Pada Sabtu (14/11/2020), Brimob memperingati ulang tahunnya yang ke-75. Berarti Brimob lahir 3 bulan kurang 3 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Cikal bakal Brimob menapaki sejarah panjang sejalan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di masa penjajahan Jepang. Kira-kira setahun sebelum kekalahan jepang oleh Sekutu, tepatnya di bulan April 1944, Jepang membentuk Tokubetsu Keisatsu Tai di tiap karresidenan yang ada di Sumatera, Jawa dan Madura. kekuatannya satu Kompi atau sekitar 100 orang. Mereka merupakan warga pribumi atau bangsa Indonesia yang dilatih berkemampuan polisi sekaligus cakap bertempur.

Seiring dengan perjuangan rakyat Indonesia, para anggota Tokubetsu Keisatsu Tai yang berjiwa dan berdarah Indonesia pun tergerak hatinya untuk berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Meski mereka dibentuk oleh Jepang, namun semangat membela negara tak diragukan lagi. Seperti saudara-saudaranya yang di PETA, anggota Tokubetsu Kesatsu Tai mengukuhkan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

Kesaksian ini diungkapkan mantan Tokubetsu Keisatsu Tai, Soediono pada KRJogja.Com sebelum meninggal beberapa tahun lalu saat penelusuran perjuangan Pertempuran 5 Hari di Semarang. Soediono merupakan anggota Tokubetsu Keisatsu Tai yang didik di tahun 1945 sebelum kekalahan Jepang oleh Sekutu di awal Agustus 1945. Kala itu Soediono dididik di Sukabumi dan pada saat Jepang kalah dan Bung Karno bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan, Soediono bersama rekan-rekannya ditugaskan mengamankan dan berjaga di Jalan pegangsaan tempat proklamasi dibacakan. Saat itu Tokubetsu Keisatsu Tai otomatis siap berhadapan dengan Jepang.

Menurut Soediono, kala itu Jepang mungkin sudah putus asa sehingga tidak sampai melakukan tindakan perang dan keberadaan Tokubetsu Keisatsu Tai cukup bisa mengamankan jalannya proklamasi tanpa ada tindakan perlawanan terhadap Jepang yang memang sudah dalam posisi kalah.

BERITA REKOMENDASI