Pelajaran Pancasila dan PKn Benteng Strategis Bangsa

SEMARANG,KRJOGJA.com- Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) Jateng menggelar workshop pengembangan PPKn dan rapat AP3KnI di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Rabu (11/12/2019).  Acara diikuti ratusan peserta dari Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn SMP-SMA-SMK se-Jateng, pengajar PPKn SD sampai Perguruan Tinggi (PT) se-Jateng, Kaprodi, Ketua Jurusan PPKn PT se Jateng dan pemerhati Pancasila dan Kewarganegaraan.

Workshop dibuka Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd yang juga Ketua Dewan Penasehat AP3KnI ini menampilkan sejumlah nara sumber di antaranya Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Dr Abdul Mu'ti MEd, Dr Triyanto SH MHum (Ketua AP3KnI Jateng yang juga dosen UNS) dan Prof Dr Maman Rachman (Penasehat AP3KnI, dosen Unnes).

Workshop terkait dengan kebijakan pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menyongsong Indonesia emas 2045 dan arah kompetensi pendidik menyongsong generasi Indonesia emas. 
Menurut Prof Masrukhi Pancasila dan PKn merupakan benteng strategis untuk menjaga siswa dan mahasiswa selalu terinternalisasikan nilai kebangsaan, karakter Pancasila, partriotisme dan nasionaoisme. Agar generasi muda tetap punya jati bangsa berdasar Pancasila dan Kewarganegaraan di tengah dashyatnya perkembangan dunia yang penuh dinamika.

Ketua Ketua AP3KnI Jateng Dr Triyanto SH MHum menyatakan pertemuan dan workshop sangat strategis untuk kesamaan pandangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ribuan anggota AP3KnI Jateng menyongsong masa depan menuju Indonesia emas.  Hasil pertemuan ini bisa menjadi masukan kongkrit pada negara untuk peningkatan kualitas PPKN dalam membangun karakter serta mencerdaskan anak bangsa. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI