Pelaku Usaha Kuliner Terimbas Dampak Corona

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Para pelaku usaha kuliner di Semarang merasakan dampak merebaknya Virus Corona. Bahkan mereka terancam gulung tikar jika fenomena wabah ini terus berlarut-larut.

“Sepi tak ada pembeli yang berani keluar rumah untuk jajan, maka banyak yang gulung tikar. Yang nekat membuka dagangannya, akhirnya harus menaikkan harga untuk mengimbangi harga-harga yang melambung dan menutup rugi,” ungkap Totok di warungnya Soto Ayam Khas Semarang Dargo Semarang, Kamis (26/03/2020)

Namun menaikkan harga sebenarnya juga bukan pilihan yang tepat untuk dilakukan. Dengan menaikkan harga justru akan membuat pembeli enggan berkunjung dan bisa-bisa malah membunuh usaha sendiri.

Awalnya, kondisi ‘redup’ ini pun juga dialami warung soto yang dikelola Totok, apalagi setelah pemerintah dan sejumlah pengelola rumah ibadah meniadakan peribadahan massal, baik di masjid maupun gereja. Praktis, hari Jumat dan Minggu yang biasanya ramai pengunjung pun tiba-tiba berbalik kondisinya.

“Sehari yang minim bisa mendapatkan uang hingga Rp 1,5 juta, pernah sehari hanya dapat Rp 75 ribu,” tambahnya.

Di Kota Semarang kebanyakan warung-warung kuliner memilih tutup atau tak berjualan. Di kawasan Simpang Lima tak satu pun ada yang berani buka, alasannya karena mengikuti himbauan pemerintah.

Pardi pemilik warung Pecel Lele Simpang Lima mengaku omzetnya anjlok karena tak ada pembeli yang datang ke temparnya akibat larangan berkumpul. Tapi dirinya tak kurang akal, toh melayani pembeli online bekerjasama dengan ojek online dari rumahnya.

Sementara yang nekat jualan, seperti Warung Gudeg Mobil Keliling di Jalan Gajahmada Semarang tetap saja buka. Alasannya kalau tidak buka, tidak ada pemasukan dan khawatir akan kehilangan modal. Karena tetap jualan meski terjadi penyesuaian harga.

Telor ayam yang biasa dijual Rp 5.000, terpaksa naik menjadi Rp 10.000. Gudeg telor suwir yang biasanya Rp 25.000 kini jadi Rp 40.000. Teh manis yang biasaanya Rp 3.000, kini jadi Rp 4.000. (Cha)

BERITA TERKAIT