Pelanggaran dan Laka Lantas ‘Ojol’ di Jateng Meningkat

SEMARANG, KRJOGJA.com – Jumlah pelanggaran lalu-lintas pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Jawa Tengah meningkat hingga 30 persen. Hal ini ternyata berbanding lurus dengan jumlah kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan ojol di wilayah hukum tersebut.

Direktur Direktorat Lalu-Lintas (Dirlatnas) Polda Jawa Tengah, Kombes Polisi Arman Achdiat mengatakan berdasar data yang dimiliki tercatat pelanggaran lalu-lintas ojol naik dari 677 di tahun 2018 menjadi 696 di tahun berikutnya. Tak hanya itu, jumlah laka lantas yang melibatkan ojol juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 79 persen di tahun 2019 lalu.

“Ada kenaikan jumlah korban jiwa juga dalam laka lantas melibatkan ojol. Tercatat 60 persen korban meninggal dunia dari kecelakaan yang melibatkan ojol. Ini menjadi pencermatan bagi kami agar di tahun 2020 ini jumlah laka maupun pelanggaran melibatkan ojol bisa ditekan,” tegas Arman pada wartawan melalui rilis tertulis, Selasa (4/8/2020).

BERITA REKOMENDASI