Pelantikan MIUMI Jateng

SEMARANG, KRJOGJA.com Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) pusat Ust. Bachtiar Nasir melantik Ust. Anis Malik Thoha PhD sebagai ketua MIUMI Jateng periode 2019-2022 di Semarang, Sabtu (23/2/2019).

Selain Anis Malik Thoha, kepengurusan MIUMI Jateng dipegang ust. Heri Mahfudi (Sekretaris I), Ust. Susiyanto (Sekretaris II) dan Ust. Faiq Hafidh (bendahara).

Pelantikan pengurus MIUMI Jateng dilaksanakan sesaat sebelum Roadshow Tabligh Akbar Tokoh MIUMI “Arah Perjuangan Umat: Integrasi Keislaman dan Kebangsaan”  di Masjid Al Muhajirin Banyumanik. Ucara dibuka Ust. Nugroho Hartono (tuan rumah/pengurus Masjid Al Muhajirin), pelantikan pengurus MIUMI Jateng, tabligh akbar oleh Ustad Dr Tiar Anwar Bachtiar dilanjutkan Ustad Ahmad Zain An Najah dan Ustad Bachtiar Nasir sebagai penutup.

Menurut Ketua MIUMI Jateng Ust Anis Malik Thoha PhD, tabligh akbar bertujuan di antaranya memberikan kesadaran pada umat tentang arti beragama Islam dan arah perjuangan umat perlu arah yang jelas  serta mampu melakukan integrasi keislaman dan kebangsaan sehingga agama tidak mudah dibentur-benturkan berhadapan dengan kebangsaan.

Sedangkan ustad Ahmad Zain An-Najah, Dr Tiar Anwar Bachtiar dan Ust Bachtiar Nasir menyatakan tabligh bertujuan menjadikan Indonesia yang beradab dan Indonesia yang berilmu. Adab tanpa ilmu tidaklah baik, juga ilmu tanpa adab bisa menjadikan pelacuran intelektual. Intelektual melacurkan keilmuannya untuk ditukar jabatan, kepentingan pribadi dan golongan, dan bisa dibeli dengan uang. MIUMI lewat tabligh ingin mengembalikan intelektual pada aslinya.

“ Intelektual janganlah dijual dengan harga murah untuk menjabat atau untuk kepentingan politik. Intelektual seharusnya tetap independen atas dasar ilmu dan kebenaran yang digelutinya. MIUMI ingin menghimpun tokoh ulama dan intelektual supaya tidak takut akan berbagai tekanan dari dalam dan luar negeri, tetapi hanya takut pada Alloh saja."

"Umat Islam Indonesia jangan absen membangun Indonesia dengan ilmu, intelektual dan ulama karena sejarah membuktikan para pendiri bangsa mayoritas orang orang Islam”ujar Ahmad Zain An Najah. (sgi)

BERITA REKOMENDASI