Pelatihan Online GP Ansor Jateng-Undip Membludak, Tetap Tidak Dibatasi

SEMARANG,KRJOGJA.com – Pimpinan Wilayah GP Ansor Jateng bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan pelatihan secara online. Ada 25 tema pelatihan dengan berbagai jenis kompetensi di antaranya pemanfaatan teknologi informasi, digital marketing, kemandirian ekonomi, ketahanan pangan dan lainnya.

“Pelatihan dimulai sejak awal Juli hingga November 2020. Pendaftar terus meningkat sejak dibuka awal Juli 2020 lalu. Tiap pelatihan lebih dari 500 pendaftar. Hingga saat ini kami tidak membatasi jumlah peserta karena kami ingin berbagi ilmu pada masyarakat agar menjadikan perubahan positif pada peserta. Proses pendaftaran dan pelatihan dilakukan secara daring dengan tenaga pemateri dari praktisi Undip dan kader GP Ansor Jateng yang berkompeten” ujar Ketua LPPM Undip Prof Jamari ST MT di Semarang, Kamis (23/7/2020).

Setelah pelatihan, ujar Prof Jamari ST MT, peserta diwajibkan mengerjakan tugas-tugas dari pemateri. Hasil penugasan akan dinilai  pemateri dan tim, jika memenuhi standar kualifikasi maka akan diberikan e-Sertifikat. Seluruhnya dilakukan secara daring, harapan penyelenggara akan ada peruahan peserta yang awalnya tidak bisa menjadi bisa. Sehinggga dapat menjadi bekal membuka wirausaha.

Ketua PW GP Ansor Jateng H Sholahuddin Aly mengatakan pelatihan online ini salah satu implementasi langkah kongkret dari tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor Jateng. Untuk tahap pertama terdiri dari 12 tema pelatihan yang berakhir September 2020.

“Pelatihan online ini untuk mendorong masyarakat berkreasi dan tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Pelatihan ini diharapkan mampu mengembangkan bakat untuk kemandirian ekonomi serta mencukupi kebutuhan pangan keluarga dan lingkungannya,” ujar Gus Sholah.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR I) Undip Prof Dr Budi Setiono mengungkapkan pihaknya mengapresiasi adanya pelatihan ini. Karena pelatihan yang digagas tersebut menerapkan sistem pemberian teori, praktik, hingga evaluasi dan apresiasi sehingga dapat terukur output kualitasnya.

Lebih lanjut menurut Prof Dr Budi Setiono dengan proses pembelajaran secara online dan peserta tidak dibatasi ini akan berdampak baik bagi masyarakat. Juga menjadi peluang bagi masyarakat yang ada di desa untuk segera melakukan perubahan dengan membiasakan bekerja dari rumah di tengah pandemi dan new normal. (sgi)

 

BERITA REKOMENDASI