Pelatihan Preceptor Mentor Bagi CI dan Dosen Kebidanan di Unimus

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Preceptor Mentor Bagi Clinical Instruktur (CI) dan Dosen Kebidanan” yang dilaksanakan 3 hari Jum’at-Minggu (10-12/06/2022) secara daring dan luring.

Bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah Aisyah (AIPKEMA) Se-Indonesia.

Kaprodi Pendidikan Profesi Ners Dr Fitriani Nurdamayanti SST MHKes menyampaikan tujuan kegiatan tersebut adalah merancang keinginan untuk memberikan sebuah pencerahan baru bagaimana sebuah model kepemimpinan dan juga untuk menyediakan tempat praktek yang sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan Ketua Panitia acara Dian Nintyasari SST MKes menyampaikan peserta pelatihan diharapkan akan mampu dan memahami peran pembimbing Klinik dengan pendekatan preceptor dan mentor.

Juga menguasai konsep, peran fungsi kompetensi , pembimbing Klinik baik di wahana praktek dan berperan sebagai Preceptor Mentor secara benar. Kemudian mendemonstrasikan metode bimbingan klinik serta bisa demo berbagai macam evaluasi daripada pembelajaran Klinik.

Pada pembukaan acara, Dekan Fikkes Dr Ali Rosidi MSi menyampaikan pelatihan sebagai langkah peningkatan mutu lulusan dan mutu prodi kebidanan Unimus yaitu adanya penelitian pengabdian masyarakat yang juga menjadi ciri khas Muhammadiyah yaitu Al Islam Muhammadiyah. Selain itu juga sebagai langkah untuk membesarkan pendidikan khususnya di bidang kesehatan.

Dr Ali Rosidi juga menyampaikan dengan pelatihan ini diharapkan bidan bisa terus berupaya meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas ditengah masyarakat.

“Tentunya sebagai tenaga kesehatan lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan melalui Pelatihan Preceptor Mentor hakikatnya diharapkan mampu memiliki nilai-nilai Amanah, Tabligh, dan menjadi salah satu dari gerakan visioner agar bisa bergerak untuk tercapainya kompetensi bidan” imbuhnya.

Ketua AIPKEMA Dr Mufdillah MSc yang juga menjadi salah narasumber pelatihan menyampaikan sebagai pendidik klinis tentu harus memahami bagaimana penjaminan untuk pendidikan, perencaan evaluasi dari hal sederhana.

“Sehingga prosedur-prosedur yang telah ada menjadi sebuah nilai pengembangan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan” ujar Dr Mufdillah MSc.(sgi)

 

BERITA REKOMENDASI