Pematangan Lahan TWSS Rp 10 M Terus Dikebut

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com – Bappeda Pemkot Salatiga mengalokasikan anggaran besar untuk melanjutkan proyek besar pembangunan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) yang awalnya diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Tahun 2022 mendatang diusulkan anggaran Rp 10 miliar setelah tahun 2021 ini sedang dikerjakan pematangan lahan di kawasan TWSS Dusun Nogosaren, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo dengan nilai pekerjaan kurang lebih Rp 9,6 miliar.

“TWSS dalam pembahasan antar OPD dan Komisi C untuk persiapan anggaran APBD 2022 diusulkan dana Rp 10 miliar untuk pembangunan TWSS tahap berikutnya,” tandas anggota Komisi C DPRD Salatiga, M Fathur Rahman, Rabu (18/08/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Salatiga, Prasetyo Ichtiarto membenarkan alokasi Rp 10 miliar untuk pembangunan tahap berikutnya TWSS yang berada di dekat jalan tol Semarang-Solo tersebut.

“Benar kami alokasikan anggaran Rp 10 miliar tersebut di RKPD 2022. Saat ini masih digodok untuk bisa masuk ke APBD Salatiga tahun 2022. Jika nanti ada dukungan dari dana alokasi khusus (DAK) bisa dialihkan,” jelas Prasetyo Ichtiarto.

Sementara itu untuk OPD yang menangani proyeknya menurut Prasetyo Ichtiarto adalah Dinas PUPR. Kepala DPUPR Salatiga, Suryana Adi dihubungi wartawan mengatakan bahwa yang mengusulkan anggaran Rp 10 miliar di 2022 adalah Dinas Pariwisata melalui Bappeda Salatiga. “Dari Bappeda meminta kepada Dinas Pariwisata untuk diusulkan di DAK 2022,” kata Suryana Adi.

Dari pantauan di lokasi, kawasan TWSS tersebut saat ini sedang dilakukan pekerjaan besar pematangan lahan tanah dengan anggaran kurang lebih Rp 9,6 miliar APBD Salatiga 2021 diantara bangunan monumen patung, tank militer dan replika kapal Yos Soedarso yang merupakan bantuan dari Kemenhan tahun 2019 lalu. (Sus)

BERITA REKOMENDASI