Pembangunan Bendung Logung Segera Selesai

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Tanpa adanya kendala berarti, pembangunan Bendungan Logung di perbatasan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kudus, segera tuntas. Hingga Selasa (25/09/2018), progres pekerjaannya sudah mencapai 98,099 persen atau kurang dari dua persen. Untuk bangunan inti bendungan, diperkirakan rampung akhir Sepetember 2018 ini.

“Saat ini, kami masih fokus pada penimbunan inti bendungan yang elevasinya sudah mencapai 93,25. Penimbunan rampung jika sudah sampai puncak elevasi 94. Pekan ini penimbunan tahap akhir,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Zulfan Arief Mustafa melalui Koordinator Lapangan, Dorlanda Sinaga.

Baca juga :

Ganjar Pranowo Lantik Bupati Kudus

Gubernur Jateng Lantik Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Menurutnya, tiga hal penting yang harus diselesaikan lebih awal, yaitu inti bendungan, akses jalan, rumah instrumen, bangunan peluncur, serta gedung pengelola. Sedang bangunan pendukung lainnya sambil berjalan, diharapkan juga dapat dituntaskan Oktober mendatang.

“Pembuatan jalan akses masuk sudah selesai, tinggal pengaspalan jalan di atas timbunan inti bendungan. Bangunan gedung pengelola juga sudah hampir rampung,” terangnya.

Sedang sarana pendukung lainnya masih berjalan, seperti pembuatan gapura menuju lokasi bendungan, pagar, rumah dinas, serta mushola. Pekerjaan lainnya menyelesaikan pemasangan jaringan pipa irigasi dan jaringan air baku.

“Sebentar lagi juga masuk jaringan PLN. Tiang jaringan kabelnya sudah mulai dikerjakan mendekati lokasi bendungan,” katanya.

Ditambahkan, hal lain yang dikerjakan sebelum bendungan nanti terisi air, yakni melakukan clearing atau pembersihan lahan bendungan yang mulai dilakukan awal September lalu. Area itu disiapkan menampung 20,15 juta meter kubik air dari Sungai Logung dan Sungai Gajah, sehingga harus bersih dari material yang dapat mengganggu operasional bendungan.

Bendungan Logung merupakan proyek strategis nasional, yang nantinya berfungsi untuk irigasi pertanian, meminimalisir banjir, pembangkitan listrik dan penyediaan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. (Trq)

BERITA REKOMENDASI