Pembebasan Proyek Jalingkut, Pemilik Lahan Minta Ganti Layak

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Pengurukan lahan milik keluarga H Arwani (58) dan H Syukur (67) warga Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kudus yang terletak di antara Jembatan Sungai Sat dan Jembatan Sungai Kemudi pada proyek Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Mijen – Peganjaran, diharapkan tidak lagi jadi polemik. Kedua pemilik lahan telah merelakan pengurukan tersebut, agar jalan lingkar utara (jalingkut) segera dapat difungsikan.

Hanya saja untuk pembebasan lahan, mereka meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus mempercepat proses appraisal dan dapat memberikan ganti yang layak. Demikian diungkapkan Muhibin (52), menantu H Syukur dalam acara syukuran pengurukan tanah milik keluarganya untuk menyambung jalan lingkar yang masih terputus, di lokasi lahan yang belum dibebaskan, Rabu (26/07/2017).

“Jangan ganti rugi. Meski jalan ini untuk kepentingan umum, tetapi Dinas PUPR harus mempertimbangkan dengan memberikan ganti yang layak,” tegasnya.

Hadir dalam syukuran, Kepala Dinas PUPR Kudus Sam’ani Intakoris dan seluruh jajaran, dan pemilik lahan. Salah seorang pemilik lahan, Arwani (52) memimpin doa meminta agar pengurukan dapat berjalan lancar dan jalan lingkar yang ada dapat segera difungsikan.

Jalingkut Mijen- Peganjaran yang diharapkan tuntas tahun ini, menelan anggaran Rp 47,35 miliar berasal dari Bantuan Gubernur  (Bangub) dan Dana alokasi Khusus (DAK). Rencana pembangunan jalingkut tersebut sudah dimulai sejak 1998. Pembangunan terhenti saat dimulai pembukaan lahan tahun 2002 karena terkendala pembebasan.

Kepala Dinas PUPR Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan, pengurukan jalan diharapkan tuntas dalam waktu kurang dari satu bulan. Lahan yang diuruk sepanjang 168 meter dengan lebar 17,5 meter untuk menyambung jalngkut yang terputus. Butuh tanah uruk 6.000 meter kubik atau sekitar 2.000 dam truk dengan biaya Rp 1 miliar.

“Yang penting, jalingkut bisa tersambung dulu. Baru tahun 2018 nanti kita anggarkan sekitar Rp 5 miliar untuk pengaspalan atau beton dan pembangunan talud,” terangnya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI