Pemerintah Gelontorkan 100 Alsin Pertanian ke Petani Grobogan

Editor: Ivan Aditya

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Petani Grobogan kembali mendapat bantuan pemerintah berupa alat dan mesin (alsin) pertanian. Tidak tanggung-tanggung, bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov jateng tersebut jumlahnya ada 100 unit. Terdiri 43 unit power threaser multiguna, 15 unit traktor roda dua, 30 unit pompa air, 6 unit motor roda tiga dan 6 unit combain haevester.

Selain itu petani juga mendapat bantuan 899 ton benih padi bersertifikat dan 239 ton benih jagung hibrida. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Grobogan H Sri Sumarni SH MM dan Ketua DPRD Agus Siswanto di halaman Kantor Dinas Pertanian setempat, Kamis (15/11/2018) sore.

“Bantuan ini semakin menunjukkan komitmen presiden kita, Bapak Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo agar petani lebih maju, sejahtera dan terhindar dari jerat kemiskinan,” ujar bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian Ir Edhie Sudaryanto MM.

Menurut bupati, sudah sewajarnya jika petani di daerahnya dimanja pemerintah karena posisi Kabupaten Grobogan di dalam mendukung pencapaian kemandirian pangan nasional dinilai sangat strategis. Hal ini dapat dilihat dari besarnya produksi bahan pangan. Pada tahun 2017, misalnya, produksi padi Grobogan mencapai 864.881 ton.

Meningkat 2,5 % dibanding tahun 2016 yang sebesar 843.863 ton. Kemudian produksi jagung, pada tahun 2017 sebanyak 807.894 ton, atau meningkat 7,5% dibanding tahun 2016 sebesar 751.863 ton. Produksi kedelai tahun 2017 sebesar 54.065 ton, meningkat 12% dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 48.316 ton.

“Selain itu, pada tiga tahun terakhir, pertumbuhan komoditas hortikultura juga sangat menggembirakan. Dulu, orang mengenal Grobogan hanya sebagai daerah  penghasilkan padi, jagung, kedelai dan kacang hijau. Tetapi saat ini dapat kita buktikan bahwa petani Grobogan juga mahir bertanam buah dan sayur,” ungkap bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Agus Siswanto SSos minta kepada petani bisa merawat alsin pertanian tersebut. “Saat ini yang menjadi problem petani adalah, masalah biaya operasional dan perawatan alsin pertanian tersebut. Untuk iu saya minta kepada pemerintah desa bersangkutan agar bisa mencari solusi. Bisa dengan menggunakan dana APBDes,” pintanya. (Tas)

BERITA REKOMENDASI