Pemerintah Targetkan Dirikan 2.000 BLK Komunitas

KENDAL, KRJOGJA.com–Tahun 2020 pemerintahan melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menargetkan membangun 2.000 Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.

"Dan program itu sudah dimulai pada 2017 dengan mendirikan 50 BLK, 75 BLK pada 2018 dan 988 BLK komunitas pada 2019," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (31/12/2019).

Saat ditemui dalam acara rembuk nasional BLKK se Indonesia ia menjelaskan, pemerintah dari tahun ke tahun terus berkomitmen dalam pendirian BLK, termasuk dalam hal pengalokasian anggaran untuk membangun 2.000 BLK Komunitas pada 2020. Program ini merupakan terobosan presiden untuk menghadapi bonus demografi pada 2030 – 2040 sekaligus mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Indonesia, kata Satrio, diprediksi akan mengalami bonus demografi karena jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif. "Nah, kondisi itu harus dimanfaatkan dengan meningkatkan keterampilan dan daya saing terutama penduduk usia produktif," tuturnya.

Selain itu, bonus demografi merupakan sumber dan penggerak Indonesia yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi pengangguran di Tanah Air yang saat ini berjumlah 7,05 juta orang atau setara 5,28 persen. Untuk itu, jika gagal mengolah bonus demografi, maka hal ini bisa menjadi bencana atau masalah bagi bangsa Indonesia.

Apalagi, lanjut Satrio, presiden dalam berbagai kesempatan menegaskan prioritas pembangunan nasional lima tahun ke depan adalah pembangunan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi serta aspek transportasi maupun ekonomi.

"Tentunya hal ini sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mendorong berwirausaha," kata Satrio dengan menyebutkan, secara umum BLKK adalah unit atau fasilitas pelatihan vokasi yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan yakni di pondok pesantren, seminari, dhammasekha dan pasraman di seluruh Indonesia dan berfungsi untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi atau memberikan keterampilan kepada siswa dan komunitas masyarakat di sekitarnya. (Ful)
 

BLK

BERITA REKOMENDASI