Pemkab Kendal adakan Lomba ‘Tek-Tek Tondo Beboyo’

KENDAL, KRJOGJA.com – Tanda Beboyo atau tanda bahaya yang biasanya ada di setiap pos kamling lewat kenthongan kini mulai pudar. Namun tidak di Kabupaten Kendal, Pemkab setiap tahun melombakan agar masyarakat selalu mengingat dan jika ada tanda bahaya dari Kenthongan bisa mengerti apa maksud dari sandi yang terdengar melalui pukulan kenthongan tersebut. 

Lomba Tek-tek tanda beboyo ini dilombakan setiap memperingati Hari Jadi kabupen Kendal. Dalam lomba perinatan yang ke 414 peserta didominasi oleh Desa-desa di kabupaten kendal bagian atas. Dalam lomba kali ini Desa Pagertoyo Kecamatan Limbangan berhasil menjadi juara pertama menyisihkan ke lima finalis. Secara berurutan pemenangnya adalah Desa Getas Kecamatan Singorojo sebagai juara kedua, Desa Margomulyo Kecamatan Pegandon juara ketiga. Sedangkan juara harapan diraih desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Juara harapan pertama, Desa telaga Payung sebagau juara harapan kedua dan Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri sebagai juara harapan ketiga.

 Kepala Kesbangpol Kendal, Marwoto Minggu (7/7) mengatakan, lomba Tek-tek tanda beboyo ini  satu rangkaian dengan lomba siskamling. Tujuannya untuk menggerakkan kembali partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, sehingga tercipta kondisi yang aman, tenteram dan damai. Lomba musik tradisonal Thek-thek bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Jawa Tengah supaya tetap digemari anak-anak muda.  

"Para juara selain mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan juga mendapatkan alat pengeras suara yang bisa digunakan untuk siskamling di pos ronda," katanya.

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa, kegiatan siskamling merupakan media paling efektif untuk meredam tindak kejahatan. Selain itu juga bisa mengantisipasi adanya penyebaran radiakalisme dan terorisme serta tindak kejahatan lainnya yang terjadi di wilayah pedesaan. "Makanya, siskamling di masing-masing desa harus dilaksanakan dan dihidupkan kembali, sehingga akan tercipta situasi dan kondisi lingkungan yang aman, nyaman, damai dan tenteram serta terhindar dari tindak kriminalitas," ujar Mirna.

Bupati berharap lomba ini dapat menginspirasi masyarakat dalam melestarikan dan nguri-nguri seni budaya tradisional bangsa. Kesenian musik thek-thek harus dilestarikan dengan cara mempraktekannya secara rutin setiap ronda malam di pos keamanan lingkungan.(Ung)

BERITA REKOMENDASI