Pendapatan RSUD Salatiga Turun Rp 15 Miliar

Editor: KRjogja/Gus

SALATIGA, KRJOGJA.com – Terget pendapatan RSUD Salatiga pada perubahan anggaran 2018 ini urun drastis dari Rp125 miliar menjadi Rp 110 miliar. Sehingga pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) mencari terobosan untuk menutup target pendapatan agar tetap meningkat dari sektor lain.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Salatiga, Adi Isnanto menjelaskan pihak manajamen RSUD Salatiga yang selama ini targetnya adalah Rp 125 miliar dalam anggaran perubahan 2018 langsung melakukan revisi dan menurunkan targetnya menjadi Rp 110 miliar.

“Target RSUD Salatiga yang semula Rp 125 miliar diturunkan oleh manajemen menjadi Rp 110 miliar di tahun anggaran 2018 perubahan ini. Terpaksa kami menutup dan mencari terobosan baru menaikkan target beberapa sektor pajak daerah,” tandas Adi Isnanto kepada KRJogja.com, Senin (24/09/2018).

Ia lebih lanjut mengungkapkan dari pembahasan bersama di tim anggaran Pemkot Salatiga, alasann pihak RSUD Salatiga adalah gedung rawat inap yang baru belum bisa dioperasional karena beberapa kendala salah satunya belum adanya kesiapan karyawan BLUD yang telah direncanakan. Kemudian untuk rujukan ke RS tipe B seperti RSUD Salatiga, pasien harus melalui rumah sakit tipe C terlebih dahulu. “”Ada kebijakan pusat, pasien yang ke RSUD Salatiga tipe B harus melalui rumah sakit yang tipe C terlebih dahulu,” jelas Adi Isnanto.

Terkait dengan menaikkan target pendapatan PAD Salatiga di perubahan anggaran 2018 ini, BKD melakukan terobosan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah.

Kasi Penetapan pada Bidang Pendapatan BKD Salatiga, Wahyu Yudi Setiawan dihubungi KRJogja.com, mengungkapkan bahwa PAD Salatiga justru naik khususnya dari sektor pajak. Dintaranya adalah target perolehan pajak BPPHTB dari Rp 11 miliar menjadi Rp 15 miliar. “Tahun anggaran perubahan 2018 ini, pajak daerah naik Rp 45 miliar menjadi Rp 49,176 miliar,” jelasnya. (Sus)

 

BERITA REKOMENDASI