Penelitian Sastra Bisa Lebih Kontekstual

SEMARANG,KRJOGJA.com – Para akademikus di perguruan tinggi (PT) didorong melakukan penelitian sastra secara lebih kontekstual. Sastra bisa dilihat sebagai representasi zaman ketika karya tersebut diciptakan. Untuk itu, dengan meneliti dan menariknya pada persoalan kekinian, akan muncul sumbangsih yang lebih konkret terhadap pelbagai permasalahan di tengah masyarakat.

Demikian mengemuka dalam Sarasehan Akademik “Penelitian Sastra: Ruang Lingkup dan Metodologinya” yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (11/8/2020) malam, melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Guru Besar Ilmu Sastra Unnes yang juga dosen di jurusan yang sama Prof Teguh Supriyanto menyatakan penelitian sastra masih dominan pada objek material berupa novel, kumpulan cerpen, atau puisi. Padahal, teks sebagai sarana distribusi sastra bisa ditarik kepada wilayah konteks.

“Tulisan yang tersebar dan kita baca secara tidak sengaja selalu mengandung konteks, termasuk dalam wilayah yang selama ini jarang dilirik sebagai sarana distribusi sastra seperti bahasa di dalam media sosial dan aktivitas politik,” ujar Teguh, dalam diskusi yang diikuti sekitar 50 peserta itu.

BERITA REKOMENDASI