Pengembangan SMK di Jateng, FT Unnes Gandeng SMK-SMK  Ponpes

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum bertindak sebagai keynote speaker webinar ini, sedangkan nara sumber seminar Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Dr Ir M Bakrun MM dan KH M Ma’mun Abdullah ZA (Pengasuh Ponpes Balaikambang Jepara) serta pemandu Dekan FT Unnes Dr Nur Qudus MT IPM.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman menyatakan Jateng sangat peduli pada pengembangan sekolah vokasi bahkan menyatakan sebagai propinsi vokasi, kota kota vokasi dan desa vokasi. Sehingga Unnes peduli pada pengembangan SDM Unggul lewat kerjasama,pendampingan dan pengembangan SMK di Jateng termasuk SMK di lingkungan Ponpes.

“Perguruan tinggi, termasuk Unnes, melakukan upaya optimal untuk berperan dalam pengembangan SDM unggul, kompeten, dan berjiwa Pancasila, termasuk melalui pendidikan SMK di berbagai ponpes di Jateng ini” ujar Rektor.

Sedangkan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Dr Ir M Bakrun MM menyampaikan banyaknya pendirian SMK di berbagai ponpes di tanah air didorong pula adanya Inpres terkaitan pendidikan vokasi.

“Kami berharap terjadi pengembangan SMK berbasis eduka, menyesuaikan dan bekerjasama dengan dunia usaha dan insutri, peningkatan TIK, Bahasa Asing, wirausaha dan kemandiririan, serta karakter mulia. Untuk karakter mulia dan kemandirian, bukan hal asing karena siswa atau santri ponpes secara tradisi sudah dibekali kedua hal tersebut, bahkan boleh dikata lebih mandiri dibanding sekolah umum non ponpes karena lingkungan ponpes seperti itu. Juga bahasa asing bukan masalah karena banyak ponpes dalam kesehariannya menggunakan bahasa Arab, Inggris serta berbagai bahasa asing lainnya. Sehingga bidang teknologi IT, keteknikan dan sejenisnya ini perlu dikembangkan lagi di Ponpes dengan menggandeng indutri dan perguruan tinggi” ujar Dr Bakrun MM.

Sementara itu pula KH M Ma’mun Abdullah ZA menyampaikan biasanya ponpes dikenal sebagai pendidikan tradisional yang hanya mengajarkan ilmu agama, namun saat ini sudah banyak ponpes yang juga membuka SMK formal mengikuti kurikulum Kemendikbud. Ponpes pun menerapkan kurikulum ganda yaitu SMK dan sekolah agama yang keduanya bisa berjalan sinergi.

“Kami ingin memenuhi kebutuah dunia dan akhirat para santri. Kami memiliki 6 jurusan di SMK kami di antaranya teknik elektro, otomotif, teknik komputer dan tata boga. Siswa yang memang sudah terbiasa dididik mandiri, setelah lulus banyak di antaranya yang wirausaha dan banyak pula yang melanjutkan kuliah di perguruan tinggi serta bekerja di berbagai perusahaan baik dalam maupun luar negeri” ujar KH M Ma’mun Abdullah ZA.

BERITA REKOMENDASI