Penggunaan Data Statistik Selalu Meningkat

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com- Program Studi S1 Statistika Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar seminar “Implementasi Statistical Modelling untuk Mendukung Tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di Bidang Kesehatan dan Lingkungan” di kampus setempat, Kamis (9/6/2022).

Seminar dalam rangka milad ke-10 Himasta (Himpunan Mahasiswa Statistika) ini dibuka Dekan FMIPA Dr Eny Winaryati MPd dan Kaprodi S1 Statistika Indah Manfaati Nur SSi MSi serta diisi narasumber Prof Akhmad Fauzy SSi MSi PhD (dosen UII Yogyakarta).

Menurut Akhmad Fauzy, yang juga lulusan S1 Statistika UGM, S2 IPB dan S3 Universitas Putra Malaysia ini, statistik dipakai dalam tiap kehidupan manusia, bisa berupa teori, seni, ataupun teknologi.Statistik berupa seni bisa dilihat saat ada Pilkada atau Pilpres dimana para lembaga survey pada mengambil sampel yang berbeda beda, jumlah nya beda tetapi hasilnya pada sama.

Selain itu, masyarakat dalam menggunakan data statistik cenderung meningkat terus. Yang semula jenis data yang digunakan data kecil (small) akhirnya meningkat menjadi data besar (big data) bahkan sekarang menggunakan data sangat besar. Data yang sedikit (kecil) semakin dianggap semakin tidak menarik lagi.

“Sekarang data internet melimpah tetapi harus diperhatikan input data harus benar. Kalau input salah maka akan berpengaruh pada tahapan proses dan outputnya. Belajar statistik harus mengikuti rambu rambu sehingga tidak terjerumus” ujar Akhmad Fauzy yang menjabat anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (DE BAN PT) 2017-2021 dan mantan Dekan FMIPA UII Yogya ini

Selain itu, ujar Akhmad Fauzy, meskipun data melimpah tetapi harus tetap memakai data yang credibel. Sumber data harus kredibel misalnya dari instansi pemerintah, BUMN dan lain sebagainya. Kalau tidak kredibel, akan sangat berpengaruh pada proses yang lain. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI