Penghimpunan Zakat di Jateng Tak Optimal

SEMARANG, KRJOGJA.com – Realisasi zakat yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng hingga 2017 belum optimal. Dari potensi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN, BUMD, pengumpulan dapat mencapai Rp 449 miliar per tahun, namun realitasnya baru berkisar Rp 135 miliar, dasarnya laporan dari seluruh Baznas kabupaten/kota se Jateng, 2016. Asumsi data tersebut menunjukkan kesadaran berzakat pada kalangan aparatur masih rendah.

“Ini menjadi tantangan Baznas Jateng untuk lebih mengoptimalkan lagi pengumpulan zakat hingga pentasyarufan. Mengingat zakat harus dikeluarkan sebagai kewajiban setiap muslim yang berkemampuan,” tegas Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi kepada KRjogja.com, di Semarang, Kamis (17/8/2017).

Menurut Darodji, hal itu juga disampaikan saat dirinya membekali para mustahik sekaligus pentasyarufan bantuan Baznas Jateng periode III, 2017, di Gedung B Pemprov Jateng. Acara dihadiri Sekda Jateng Dr Sri Puryono, Sekretaris Baznas Jateng Drs KH Ahyani Msi, dan pengurus harian lainnya.

Sekda Jateng selain meneguhkan dukungan kepada Baznas, juga menyerahkan bantuan simbolis kepada mustahik. Unsur sabilillah diwakili pesantren dan penerima beasiswa, sedangkan dari unsur fakir miskin diwakili usaha ternak.

Kiai Darodji menegaskan, optimalisai zakat di provinsi ini merupakan hal penting, untuk membantu mengurangi kemiskinan yang masih 13 persen lebih. Langkah tersebut didukung Gubernur Ganjar Pranowo, meminta ASN di Pemprov mengeluarkan zakat lewat Baznas.  (Isi)

BERITA REKOMENDASI