Penguatan Karakter Maba, Unimus Gelar Kuliah Umum Program Mentoring

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com- Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melalui Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) menggelar Kuliah Umum Program Mentoring bagi mahasiswa baru (maba) Unimus, Sabtu (30/10/2021).

Acara yang dibuka Wakil Rektor I Unimus Dr Budi Santosa MSi Med ini mengambil tema “Internalisasi Nilai Islam Berkemajuan untuk Menumbuhkan Pribadi Muslim Yang Unggul”. Dua nara sumber ditampilkan pada kuliah umum ini yaitu WR I Unimus dan Drs H Fachrur Rosi MAg.

Kepala LSIK Dr Rodli Wasono MSi dan Ketua Panitia Kegiatan Anjar Setiawan MPd menyampaikan acara kuliah umum program mentoring merupakan kegiatan wajib bagi semua mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022 . Sedikitnya 2.547 mahasiswa terdaftar sebagai peserta kegiatan sehari penuh ini.

“Kegiatan ini berisi penguatan 7 kompetensi dasar studi Isla dan kemuhammadiyahan di antaranya mengenai salat, wudlu, baca quran dan penanganan jenasah. Mereka dibagi beberapa kelompok, dibimbing 107 mentor dan 12 dosen. Durasi kuliah umum mentoring ini dilakukan selama 16 kali pertemuan atau sekitar 4 bulan” ujar Dr Rodli Wasono.

Lebih lanjut menurut Dr Rodli Wasono, materi Al Islam Dan Kemuhammadiyahan merupakan ciri khas unggulan perguruan tinggi muhammadiyah (PTM) yang dirancang dengan baik. Pertema program mentoring 4 bulan di semester awal, kemudia mata kuliah 6 SKS masuk di kurikulum, dan terakhir program pembekalan sebelum wisuda BAPS (Baitul Arkom Purna Studi). Kegiatan tersebut diwajibkan ke mahasiswa serta setelah selesai mahasiswa diberi sertifikat ketuntasan serta nantinya masuk dalam SKPI (surat keterangan pendamping ijasah).

Wakil Rektor I Unimus Dr Budi Santosa MsiMed menyampaikan kuliah umum program mentoring sangat mendukung visi Unimus yang menjadi perguruan tinggi berkarakter berbasis teknologi dan berwawasan internasional.

“Berkarakter maknanya seluruh nafas di Unimus menginginkan lulusannya menjadi insan mulia berkarakter dan Islami. Berbagi upaya dan strategi diusahakan dilakukan dan melalui implementasi kurikulum mengandung Islam dan Kemuhammadiyahan. Mentoring ini sebagai evaluasi tambahan penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan” ujar Wakil Rektor I Unimus. (sgi)

BERITA REKOMENDASI