Pengusaha Karaoke Wajib Laporkan Jumlah Pemandu

SALATIGA (KRjogja.com)- Dinas Perhubungan Komunikasi Budaya dan Pariwisata (Dishubkmbudpar) Salatiga menekankan agar pengusaha tempat hiburan karaoke melaporkan jumlah pemandu karaoke (PK) yang bekerja. Selain itu, tempat karaoke ‘diwajibkan’ untuk mempekerjakan satuan pengaman (satpam) untuk ikut mengantisipasi kejadian-kejadian seperti aksi penganiayaan di Happy Puppy Salatiga beberapa waktu lalu.

Terkait hal ini Dishubkombudpar Salatiga mengumpulkan puluhan penguasaha karaoke di Salatiga yang jumlahnya mencapai 66 tempat, terdiri 56 di kompleks Sarirejo (sering disebut Sembir) dan 10 lainnya di luar kompleks tersebut, Kamis (11/08/2016).

Kepala Dishubkombudpar Salatiga, Adhy Suprapto menjelaskan langkah ini merupakan terobosan antisipasi kejadian yang tidak diinginkan agar pelanggan pengunjung nyaman bisa menikmati jasa hiburan dengan tenang. “Ke depan pengusaha karaoke harus menyediakan keamananan dan petugas pengamanan agar kejadian seperti di Happy Puppy (tempat karaoke) yang ricuh dan menewaskan satu pengunjung tidak terjadi lagi. Pengusaha karaoke yang menyediakan PK harus melaporkan jumlah PK yang bekerja secara periodik. Pada September bulan depan harus sudah masuk datanya,” tegas Adhy Suprapto kepada Krjogja.com, Kamis (11/08/2016). (Sus)

 

 

BERITA REKOMENDASI