Penyidik Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan ‘Ratu’ Fanny

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJOGJA.com – 'Ratu'Fanny (41) yang bersama 'raja'Toto Santoso (42) mendirikan keraton Agung Sejagat di Purworejo telah mengajukan pemohonan penangguhan penahan. Namun,upayanya mentok karena pihak penyidik Polda Jateng belum mengabulkan.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Jateng Kabid Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis(23/1). Ia menjelaskan alasan Fanny mengajukan  permohan penangguhan penahan karena kesehatan setelah mengalami keguguran kandungan.

"Ya..,memang benar tersangka Fanny mengajukan permohonan penahanan. Alasan habis keguguran," jelasnya.

Sementara itu diperoleh kabar Fanny mengalami keguguran janin dalam kandungan usia 6 bulan pada awal Desember 2019 di rumah kontrakan, yang juga untuk aktivitas 'kerajaan di Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Godean, Sleman. Jenazah janin diberi nama Cakradana yang dimakamkan di rumah kontrakan tersebut telah dipindahkan warga di makam umum setempat.

Walau, Fanny telah mengajukan permohonan penangguhan ,tetapi semua tergantung kebijaksanaan pihak penyidik mau dikabulkan atau tidak."Khusus yang diajukan Fanny belum dikabulkan. Kasus tetap  berlanjut, jelas Kombes Iskandar.

Ia menyebutkan penyidik untuk mengabulkan penamgguhan penangguhan, tentu melibatkan tim dokter. Apalagi, Fanny berdalih soal kesehatan habis keguguran kandungan. Namun, dibalik itu, Kabid Humas menyebutkan kesehatan Fanny tidak ada masalah. 

"Dia (Fanny) bersama Toto yang bukan suami istri resmi sejak ditangkap di Wates,Kulonprogo terus digelandang ke Mapolda, jalan Pahlawan Semarang setelah mampir di keraton dan Mapolres Purworejo disebutkan masih tampak sehat. 'Fanny bersama Toto tidak terlihat jatuh sakit. Mereka,berdua tampak sehat", ujar Kabid Humas Kombes Pol Iskandar. (Cry)

BERITA REKOMENDASI