Perampokan Juru Tagih LPG Direka Ulang, Peluru Dibuang di Sungai

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRjogja.com – Penyidik Polrestabes Semarang, Kamis(4/2) kembali menggelar reka ulang kasus perampokan uang Rp 563 juta menimpa Teguh,juru tagih distributor LPG di Kratau, Barito Semarang. Pada reka ulang kali ini, memang ada penambahan tujuh adegan dari 30 edegan pada pra reka ulang, sehingga semua 37 adegan.

“Sebelumnya, memang.sudah dilangsungkan pra reka ulang. Dan, sekarang digelar kembali menghadirkan jaksa penuntut umum dengan penambahan tujuh adegan dari 30 menjadi 37 adegan, termasuk pelaku membuang dua motor”, ungkap Kasat Serse Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana, Kamis(4/2) di sela sela reka ulang. Sementara tiga JPU yang hadir Lukman SH,Niam SH dan Erika SH.

Kasat Serse AKBP Indra Mardiana yang didampingi Kanit Resmob ya Iptu Reza Arif Hadafi menjelaskan pada penambahan adegan reka ulang tidak melibatkan otak pelaku Susanto(39) dan penghubung Moch Agus Irawan(41), tetapi empat orang eksekutor. Mereka Rahmad (52), Vidi Kondian(21), Frans Panjaitan(43),Maftufi(26), semua asal seberang Lampung.

Reka ulang diawali keempat eksekutor berboncengan dua motor, Senin(18/1) bergegas menuju ke Yogyakarta. Mereka naik ‘grab car’ setelah meninggalkan dua motor di sembarang tempat kawasan Sumurboto, Semarang. Salah satu motor Suzuki Satria G 2098 DMO hasil mencuri di wilayahnya Semarang Barat.

“Dua Motor yang ditinggal pelaku setelah diteliti satu hasil mencuri di Semarang Barat dan satunya dibawa pelaku dari daerah asal Lampung”,,jelas Kasat Serse.

Adegan, penambahan lain saat para pelaku berkumpul mematangkan rencana perampokan di cafe milik tersangka Moch Agus Irawan di Bumi Semarang Baru(BSB) Mijen Semarang dan membuang tas serta selongsong peluru. Tas milik korban Teguh, juru tagih kantor distributor LPG PT Trical Langgeng Jaya setelah diambil uangnya ratusan juta rupiah dibuang dengan sejumlah selongsung peluru tajam di sungai daerah Ungaran.

BERITA REKOMENDASI