Perempuan Berkebaya Jogja Ramaikan Festival Budaya Lembah Rawa 2

SEMARANG, KRJOGJA.com-  Perempuan Berkebaya Jogja menari di event Festival Sedekah Budaya Lembah Rawa 2 yang diselenggarakan oleh Komunitas Rawa Pening. 
Ini adalah pengalaman kedua bagi Perempuan Berkebaya Jogja menari di sebuah festival.

Sebelumnya para perempuan dengan beragam profesi ini menari di Festival Lima Gunung 2019 di Desa Tutup Ngisor, meski tak ada satu pun dari mereka yang punya latar belakang sebagai penari profesional.

Bagi para perempuan pecinta kebaya dan wastra nusantara ini, menari adalah wujud cinta kepada Ibu Pertiwi serta tindakan nyata untuk turut serta "nguri-uri kabudayan". Lenggok tak seelok penari tak jadi soal, Perempuan Berkebaya bergerak dengan hati gembira. Kemarin, kini, dan esok, tawaran kolaborasi dengan pihak mana pun yang punya komitmen serupa akan disambut dengan suka cita.

Ketua  Sedekah  Budaya Lembah rawa pening jilid 2 Heru sulistyo mengatakan acara  diisi  tari denok geyol dr komunitas perempuan berkebaya yogya, wayang kanci solotigo,  puisi solo dan sanggar nitra maya magelang. Lalu ada seputaran rawa pening yg terdiri 4 kecamatan bawen, ambarawa, banyubiru, tuntang, teater, pantomin, kidungan, sedekah dimulai 17 agustus dgn berbhs jawa busana tradisi.

Gelaran tanggal 18 Agustus 2019 ini adalah komitmen dari Komunitas Rawa Pening untuk selalu mengingatkan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, seniman, dan budayawan di sekeliling danau Rawa Pening yang meliputi 4 kecamatan: Bawen, Ambarawa, Banyubiru, Tuntang) agar "Mulih Buko Niro".  "Mulih Buko Niro" bisa diartikan sebagai "Kembali Kepada Jatidiri", diangkat sebagai tema Festival Sedekah Budaya Lembah Rawa #2.

Mengacu pada tema tahun lalu bahwa hidup harus saling menolong dalam berbagai hal, maka kali ini panitia festival "nyambat" (minta tolong) kepada para seniman lokal maupun luar kota untuk mau bersedekah, terutama sedekah seni budaya. Masyarakat sekitar danau bisa menikmati semua suguhan sedekah ini tanpa dipungut biaya.

Gayung bersambut. Ajakan sedekah seni inilah yang membawa 10 anggota komunitas Perempuan Berkebaya Jogja antusias mementaskan Tari Denok Geyol, sebentuk tari kreasi baru dengan iringan lagu Gambang Semarang dalam koreografi ala Gambang Kromong-an. Sungguh campursari yang syahdu. Laksana Indonesia yang makin mengagumkan dengan hidup dan lestarinya beragam budaya di dalamnya. (*)
 

BERITA REKOMENDASI