Perempuan NU Dukung Jokowi-Makruf Amin

GROBOGAN – Sosok perempuan sudah terbukti kekuatannya. Karena itu, jika perempuan Nahdlatul Ulama (NU) kuat, maka hajatnya akan terkabul. 

Hal itu diungkapkan Sekretaris PCNU Grobogan Afrosin Arif saat rapat koordinasi Jaringan Perempuan NU (JPNU) Grobogan, di Grobogan, Kamis (28/3). Rakor digelar untuk memenangkan pasangan Joko Widodo – KH Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

"Pemilih perempuan di Grobogan itu lebih banyak. Jadi sudah tepat mengumpulkan JPNU. Asal calonnya jelas, perintahnya kiai jelas, pasti hajatnya terkabul," ujar Afrosin. 

 

Selama ini, kata Afrosin, NU di seluruh Indonesia sudah bermunajat dan melakukan istighosah, termasuk di Grobogan. "Tugas PCNU dan kiai-kiai sudah mendoakan. Tinggal pengurus partai, dan perempuan-perempuan NU bergerak memenangkan pak Jokowi, kiai Ma'ruf," katanya. 

 

Afrosin menambahkan, dalam Pilpres 2014, Joko Widodo mampu mendulang 73 persen suara di kabupaten Grobogan. Namun ada sekira 4 kecamatan dimana perolehan suara kandidat lain cukup tinggi. "Tugas ibu-ibu JPNU harus solid, ajak sebanyak-banyaknya warga lain untuk memilih. Insya Allah hajatnya terkabul," terangnya.

 

Atas dasar itu, lanjut dia, PCNU mewajibkan warganya untuk wajib hadir di TPS, dan memberikan hak pilihnya. Dia yakin, warga NU sudah mantap pada satu pilihan. "Karena kemarin ternyata banyak pula surat suara yang tidak sah, ribuan. Ada yang datang ke TPS, tapi cuma ambil surat suara kemudian dilipat lagi. Ini kalau sudah mantap pilihannya dari rumah, maka tidak akan terjadi," jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Afrosin juga mengajak peserta yang hadir untuk meneriakkan kata Wakil Presiden, jika dirinya menyebut nama Ma'ruf Amin. "Kalau pak Jokowi, saat ini sudah Presiden kita," katanya.

Wakil Rois Syuriah PCNU Grobogan KH Musyafa' Zain menyatakan, menggunakan nama "jaringan", maka perempuan NU harus menjaring semua kalangan. "Tidak hanya NU, tapi semua yang punya hak pilih untuk memenangkan pak Jokowi, kiai Ma'ruf," katanya. 

 

Selama ini, kiai sudah mendoakan pasangan Jokowi-Amin. Karena itu elemen lain, seperti santri dan perempuan NU harus bergerak. "Tidak bisa ditawar. Apalagi waktu Pilpres tinggal 20 hari," tegasnya. Dia juga meminta perempuan NU yang memiliki majelis pengajian, baik Muslimat atau Fatayat untuk mendoakan sekaligus pasangan ini. 

 

Direktur Hukum Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Jawa Tengah Denny Septivian menyatakan memasang target 85 persen suara di provinsi ini. "Kita ingin menang telak. Karena suara itu untuk menambal defisit di provinsi lain," jelasnya. 

Sementara itu, Koordinator JPNU Jawa Tengah Khizanaturrohman mengatakan, dibentuknya jaringan ini untuk mewadahi semua elemen di NU. "Mulai Muslimat, Fatayat, IPPNU. Agar hasilnya bisa luar biasa, dan pak Jokowi, kiai Ma'ruf menang," tandasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI