Pers Diminta Cermati Kondisi Kritis Masyarakat

SEMARANG, KRJOGJA.com – Kondisi masyarakat di Jawa Tengah masih belum sepenuhnya maju dan kuat dari berbagai sisi. Bila dicermati sebenarnya masih banyak ditemukan warga yang belum berdaya. 

Apalagi aktif dan berkutat terhadap kecanggihan teknologi, dari sisi ekonomi saja masih banyak yang belum berdaya. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah yang didukung oleh semua elemen masyarakat termasuk jajaran pers.

Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi jajaran pengurus PWI Jawa Tengah dipimpin Ketuanya Amir Machmud NS, di ruang kerjanya, Senin (5/3/2018). Audiensi dalam rangka menyampaikan persiapan penyelenggaraan resepsi Hari Pers Nasional (HPN) 2018,  tingkat Jawa Tengah, yang akan dilaksanakan di Pemalang, pada 8-9 Maret 2018 mendatang.

Menurut Heru Sudjatmoko, kondisi tersebut harus kita pahami dan menjadi perjuangan bersama. Dari aspek pendidikan, sesuai hasil survey, jumlah penduduk Jateng yang mengeyam pendidikan hingga Sekolah Dasar (SD) masih di atas 50 persen. Keterbatasan pendidikan berdampak meluas, misalnya kebanyakan menikah muda, tingkat perekonomian dan pola hidup sehat di bawah standar.

Maka, pendidikan sebenarnya menjadi faktor kunci untuk memberdayakan masyarakat. Bila pendidikannya bagus maka pola hidup sehat dan meningkatnya kesejahteraan hidup akan lebih tercapai. Salah satu yang digerakkan oleh Pemprov Jateng melalui dibukanya SMK Jawa Tengah yang siswanya wajib dari kalangan tidak mampu.

“Ini sebagai salah satu kiat untuk memutus rantai kemiskinan, mengingat angka kemiskinan di Jateng hingga kini masih di atas 13 persen. Itupun masih menggunakan parameter paling rendah, bila parameternya ditingkatkan lagi maka jumlah yang miskin akan bertambah banyak. Ini tantangan bagi kita semua termasuk jajaran pers,” tegasnya. (Isi)

BERITA REKOMENDASI