Pertama di Semarang dan Bakal Menjadi Idola

SEMARANG (KRjogja.com) – Sebentar lagi sebuah apartemen khusus untuk pelajar dan mahasiswa dengan konsep bebas narkoba bakal hadir di kawasan Kampus Tembalang Semarang. Tak tanggung-tanggung, apartemen yang berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare milik PT Adhisatya Property di wilayah Tembalang berdekatan dengan Kampus Universitas Diponegoro ini akan digarap pengembang PT PP Properti Tbk dalam 3 tower dengan 28 lantai seluas 5.500 meter persegi.

Penandatanganan kerjasama antara PT PP Properti Tbk dengan PT Adhisatya Property dilakukan Kamis (29/9/2016) sore di  Marketing Office Proyek Payon Amarta Permata Puri Ngaliyan Semarang.

Direktur Realty PT PP Properti Tbk, Galih Saksono mengungkapkan bahwa pihaknya bersama PT Adhisatya Property memandang potensi Semarang sangat luar biasa untuk perkembangan bisnis apartemen. Oleh karenanya, setelah sukses mendirikan apartemen khusus bagi pelajar dan mahasiswa Evencio di Margonda Depok Jawa Barat, pihaknya langsung melirik Semarang dan mengembangkannya di kawasan Tembalang yang berdekatan dengan kampus Universitas Diponegoro dan Politeknik Negeri Semarang.

"Konsep yang kami usung adalah apartemen mahasiswa dan pelajar bebas narkoba. Ini sangat beda dengan apartemen pada umumnya. Kami menerapkan kawasan apartemen nantinya steril dari narkoba. Setidaknya ada pengawasan khusus agar tidak ada narkoba masuk ke apartemen demi menjaga agar penghuni aman dari pengaruh narkoba", ungkap Galih.

Lebih jauh diungkapkan bahwa ada fungsi pengawasan dan pengamanan yang khusus. Misalnya para Satpam memiliki kwalifikasi pengamanan dan pengawasan terhadap barang terlarang tersebut. Misalnya mereka memiliki tingkat kewaspadanan dan pengawasan secara khusus. Antara lain juga menguasai penggunaan alat pemantau seperti X-Ray.

Bahkan konsep Apartemen Mahasiswa dan Pelajar Bebas Narkoba ini juga mendapat dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. "Kami sudah ketemu dengan Kepala BNN, Irjen Pol Budi Waseso, beliau sangat mendukung dan merasa terbantu dalam mengkampanyekan gerakan anti narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa", tambah Galih.

Sementara Direktur PT Adhisatya Property, Suka Adhisatya optimistis bahwa apartemen yang telah berdiri 1 tower dengan prosentase penyelesaian struktur tower 100%  dan interiornya sudah rampung 70% ini akan banyak diminati oleh mereka yang menghendaki kenyamanan bagi putra-putrinya dalam menempuh pendidikan.

"Siapa sih yang tak ingin anak-anak mereka bisa tinggak di lingkungan yang berdekatan dengan kampus dan lebih konsen kuliah atau sekolah tanpa diganggu narkoba. Jadi bagi kami pasti ini akan banyak diminati dan laris", ungkap Suka Adhisatya didampingi Komisaris PT Adhisatya Property, Haifa.

Diperkirakan bangunan 3 Tower Student Aparteman Bebas Narkoba ini akan rampung pada tahun 2017. menurut Suka Adhisatya dari 3 tower tersebut terdapat 550 unit yang akan dijual perdana dengan harga kisaran Rp 200 jutaan / unit. Pengembangan proyek ini menelan investasi sekitar Rp 500 miliar.

"Kami yakin sekali ini akan disambut baik oleh konsumen, karena sangat strategis dan menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan kawasan steril dari pengaruh narkoba maupun lainnya", tambah Galih. (Cha)  

 

BERITA REKOMENDASI