Pertamina Sosialisasikan Dexlite

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRJogja.com) – Pertamina masih perlu mensosialisasikan produk Dexlite atau solar ber-cetone number minimal 51 yang dikukuhkan sebagai bahan bakar diesel high grade. Pasalnya produk yang ditargetkan bisa mengurangi konsumsi bio solar bersubsidi ini belum bisa optimal diserap konsumen lantaran harga masih tergolong tinggi untuk kalangan bisnis transportasi.

General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng & DIY Kusnendar, usai Gathering Dexlite bersama Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Organda di Grand Patrajasa Hotel Semarang, Rabu (9/11/2016) mengungkapkan serapan konsumsi Dexlite di wilayah Semarang dan sekitarnya masih 10 persennya total konsumsi Biosolar bersubsidi. Hal ini perlu disosialisasikan agar subsidi tepat sasaran dengan mensosialisasikan Dexlite.

Menurut Kusnendar, hadirnya Dexlite ini justru menawarkan banyak keuntungan, selain ramah lingkungan karena polusinya rendah, juga lebih hemat dan membantu mesin lebih bertenaga serta terbebas dari kotoran residu. "Kalau mesin lebih bertenaga maka akan menjadikan konsumsi bahan makan lebih irit, sedangkan bila mesih bersih maka perawatannya pun akan mudah dan menghemat beaya. Jadi kalau dilihat dari segi harga yang sebenarnya tidak terpaut banyak dengan Biosolar Subsidi, justru akan lebih menghemat beaya perawatannya", ujar Kusnendar.

Sosialisasi ini sebenarnya untuk membangun persepsi tentang Dexlite sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan namun memiliki kualitas tinggi.
Hingga akhir tahun ini, Pertamina MOR IV Jateng & DIY mentargetkan kenaikan konsumsi Dexlite dari Biosolar Subsidi hingga posisi 30 persen. Diakui Kusnendar bahwa konsumsi Dexlite tertinggi masih kendaraan pribadi bermesin diesel. (Cha)

 

 

BERITA REKOMENDASI