Petugas Bandara Ahmad Yani Layani Pelaku Perjalanan

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Masa peniadaan Mudik Idul Fitri telah berjalan selama lima hari sejak 6 Mei 2021 lalu. Pada saat itu juga dilaksanakan kegiatan Posko Pengendalian Transportasi Udara Pada Masa Peniadaan Mudik. Petugas posko beserta Tim Terpadu Pencegahan dan Pengendalian Dampak Covid-19 Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani (BIJAY) memberikan layanan kepada para pelaku perjalanan yang dikecualikan dengan melengkapi dokumen persyaratan penerbangan.

Pada 6 hingga 10 Mei ini pesawat yang beroperasi di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk melayani distribusi logistik dan pelaku perjalanan udara yang dikecualikan adalah 24 pesawat. Sedangkan jumlah penumpang dalam kurun waktu lima hari ini mencapai 996 penumpang terdiri dari 570 penumpang datang dan 426 penumpang berangkat. Selain itu telah melayani 45.280 kg kargo dengan jam operasional pukul 09.00 – 15.00 WIB.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto masa peniadaan mudik ini menggambarkan masyarakat telah memiliki kesadaran untuk menunda perjalanannya kecuali bagi mereka yang memiliki keperluan mendesak. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengurangi risiko dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Pada masa peniadaan mudik ini terdapat kejadian seorang calon penumpang yang mencoba menggunakan dokumen kesehatan palsu. Namun berkat ketelitian petugas di lapangan yang melakukan verifikasi dokumen dapat mengidentifikasi dokumen palsu tersebut sehingga saat ini telah ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi ketelitian dan kesigapan para petugas di lapangan, sehingga berhasil menggagalkan upaya pemalsuan dokumen calon penumpang tersebut, hal ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antar stakeholder dalam melaksanakan tugas pelayanan di bandara,” kata Hardi, Senin (10/05/2021).

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat jika akan bepergian menggunakan jalur udara agar mentaati seluruh ketentuan yang berlaku. Dokumen yang resmi harus dikantongi, karena segala bentuk tindakan pemalsuan dokumen persyaratan penerbangan merupakan tindakan melawan hukum. (Cha)

BERITA REKOMENDASI