PM Diterjunkan Atur Pasar

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Keterlibatan Corps Polisi Militer dari Denpom IV/5 Semarang dalam Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Semarang, memiliki andil besar dalam penataan ruang pasar-pasar tradisional. Hal ini diungkapkan Kepala Pasar Karangayu Semarang, FD Purwanto. Menurut Purwanto, aparat Polisi Militer yang terjun ke lapangan justru banyak dampak positifnya.

“Selain pedagang manut saja diatur dengan cara-cara persuasif, juga kehadiran Polisi Militer setiap saat menyambangi pasar membuat para pedagang lebih dekat dengan mereka. Dampaknya pedagang maupun masyarakat yang mengunjungi pasar menjadi terjamin keamanannya,” papar FD Purwanto, Sabtu (27/06/2020).

Soleh (56) pedagang alat-alat rumah tangga bahkan mengungkapkan sejak Polisi Militer sering mengunjungi pasar untuk menertibkan physical distancing, sekarang jadi sangat minim kehadiran anak-anak jalanan yang sering mengamen dan minta sedekah. “Kondisi pasar bener-benar aman dan nyaman. Mungkin mereka takut melihat bapak-bapak tentara ada di sini. kejadian pengunjung kecopetan pun juga sudah tidak ada lagi,” ungkap Soleh.

Dandenpom IV/5 Semarang Mayor CPM F Okto Femula SH MSi MHan mengungkapkan keterlibatan Polisi Militer dalam Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Semarang merupakan bagian dari tugas Forkompimda dalam ikut serta menangani dan melakukan pencegahan mewabahnya COVID-19 di Semarang.

“Kami mendapatkan instruksi dari Walikota Semarang, Mas Hendrar Prihadi untuk berperan serta bersama teman-teman dari Polrestabes Semarang, Kodim 0733 BS Semarang serta Satpol PP Kota Semarang untuk melakukan penataan tempat-tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan massa yang sangat rentan terhadap penyebaran COVID-19. Oleh karena itu kami pun melakukan pendekatan-pendekatan persuasif untuk bisa melakukan penataan sesuai physical distancing. Kami bersyukur masyarakat bisa menyadari dan mau mengikuti aturan demi keselamatan bersama,” ujar Mayor CPM F Okto Femula.

Menurut Dandenpom, setiap hari petugasnya selalu menyambangi pasar-pasar tradisional untuk memantau jalannya physical distancing. “Petugas kami datang, keliling dan menyapa para pedagang maupun masyarakat. mereka tetap mensosialisasikan gerakan pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan gunakan sabun. Mereka yang tak pakai masker kita beri masker cuma-cuma. Semua kami lakukan dengan sapa senyum, sehingga kesan kita mendatangi mereka tidak yang menakutkan,” ujar Dandenpom.

Kalau kehadirannya berdampak memberi rasa nyaman dan aman bagi lingkungan, Okto menganggap wajar. Karena setiap apapun yang ditemui petugas bila itu berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan pasti ditertibkan. “Bisa saja karena seringnya kami berada di pasar, sehingga mereka yang akan berbuat onar atau mengganggu kenyamanan pengunjung jadi sungkan dan minggir dengan sendirinya,” tambah Okto. (Cha)

BERITA REKOMENDASI