Polda Jateng Gelar Rilis Akhir Tahun, Gangguan Kamtibmas Turun Selama 2021

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRjogja.com – Berbagai bentuk kejahatan di daerah Jawa Tengah selama tahun 2021 telah berhasil diungkap. Namun,dibalik keberhasilan itu masih ada personil,yang nakal sampai diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat dari kesatuan.
Hal itu terungkap pada acara rilis akhir tahun 2021 Polda Jateng disampaikan Kapolda,Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Jumat(31/12) di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng.
Kabid Propam Polda Jateng Kombes Pol Mukiyo membenarkan tidak sedikit anggota di jajaran Polda Jateng melanggar disiplin. Pelanggarannya variasi mulai ringan sedang sampai katagori berat.
Yang terbukti melakukan pelanggaran ringan masih bisa dibina ada yang diberi sanki cukup meminta permintaan maaf. Tetapi yang terlibat pelanggaran kategori berat dan tidak lagi dapat dibina hingga harus di berhentikan dengan tidak hormat (PTDH) alias dipecat  selama tahun 2021 tercatat 35 personil.
” Jadi selama tahun 2021 jumlah anggota Polda Jateng  yang melakukan pelanggaran berat dan diharus di PTDH sebanyak 35 personil,” jelas Kombes Pol Mukiyo yang keberatan memperinci pelaggaran yang dilakukan anggota yang dipecat.
Dibalik itu, tidak sedikit anggota,yang  sukses mengungkap aksi kejahatan.
Lebih lanjut diungkapkan Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi selama dua tahun terakhir gangguan ketertiban masyarakat turun 1.901 kasus atau 12,23 persen. Demikian khusus kejahatan dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan. Tahun 2020 tercatat 9320 kasus dan tahun 2021 terjadi 8332 kasus turun 997 kasus(10,68 persen).
Demikian, kejahatan menonjol,yang meresahkan masyarakat, perjudian, Curat,curanmor,curas,uang palsu,narkoba dan pembunuhan dalam dua tahun terakhir ini mengalami penurunan 15 persen.
“Penurunan ini turut dipengaruhi pandemi covid 19 di Jateng. Masyarakat yang membatasi kegiatan luar rumah membuat interaksi masyarakat terbatasi dan pelaku kejahatan kesulitan melakukan aksinya,” tuturnya.
Adapun,  penyelesaian perkara pada tahun 2021 mencapai 5.032 kasus atau sekitar 73 persen dari total kasus yang ditangani Polri di Jawa Tengah.
Disebutkan diantara kasus menonjol yang telah diungkap jajaran Polda Jateng selama tahun 2021 diantaranya pada Januari lalu terjadi  perampokan disertai kekerasan di Semarang, Pembunuhan satu keluarga Februari lalu di Rembang, kasus pinjaman online ilegal di Semarang. Selain,juga penangkapan tiga teroris ,pengungkapan curas gudang rokok tewaskan Satpam  di Surakarta pertengan bulan November lalu.
Di bidang lalu lintas, kasus kecelakaan lalu lintas menurun 1,5 persen dari 19.829 kejadian di tahun 2020 menjadi 19.541 kejadian di tahun 2021.
Adapun resolusi Polda Jateng tahun 2022, menurut Kapolda di tengah pandemi ada Lima Diantaranya menjaga Kamtibmas tetap kondusif , terkendalinya penanganan covid-19 melalui PPKM serta vaksinasi. Dan, mewujudkan postur yang presisi melalui program prioritas Kapolri.(Cry)

BERITA REKOMENDASI