Polda Jateng Ringkus Komplotan Rampok Spesialis Toko Emas

SEMARANG,KRJOGJA.com – Komplotan perampok yang beraksi di toko emas  Wisma Cahaya milik Hj Rusmi di  Gubug, Grobogan terjadi pertengahan September lalu, Senin (30/12) telah diungkap.

Para pelaku berpistol yang saat itu berhasil menguras berbagai jenis perhiasan emas,seperti gelang kalung seberat 10 kg senilai tidak kurang Rp 10 miliar dijebloskan di sel Polda Jateng. Tiga diantara mereka yang dalam aksinya biasa dengan pistol menakut nakuti korban betul betul merasakan sakit dan perih akibat kakinya diterjang peluru petugas. 

"Terpaksa kami bertindak tegas menembak kaki pelaku karena mereka ketika ditangkap tidak menyerah. Sebaliknya melawan dan ada juga yang mencoba melarikan diri", ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar, Senin(30/12) petang.

Keempat perampok Roni,Haryanto, Wahyudi alias Sutejo alias Jo Lincing(34) dan Hadi alias Had(29), keduanya warga Jetis Karangaono, Sayung Demak. Sedangkan dua pelaku Paijo dan Subhan masih buron.
Menurut Kabid Humas pihaknya selain meringkus 4 dari enam pelaku, juga menyita diantaranya sebagian perhiasan emas,seperti kalung dan gelang emas yang belum dijual,dua motor, satu unit mobil,  sertifikat rumah dan tiga pistol  beserta belasan butir peluru tajam.

Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budhi Hartono mengatakan jejak Lincing Cs diketahui setelah sebulan kejadian. Tim Subdit III  Jatanras  terus melacak dan memburu pelaku. Usaha ini telah membuahkan hasil dengan Meringkus empat pelaku dalam waktudan tempat berbeda Demak, Semarang, Jakarta dan Bali.. Dua pelaku lain ,salah satunya penjual berbagai perhiasan emas hasil rampokan masih diburu.

Berbagai jenis perhiasan emas  hasil merampok dikabarkan dijual di daerah Bekasi (Jabar). Kemudian, uang hasil penjualan dibagi sesuai perannya. Wahyudi alias Jo Lincing sebagai penyedia pistol dan berperan sebagai eksekutor mendapat bagian Rp 300 juta. Sebagian uang selain untuk kebutuhan sehari hari, juga uangnya untuk membeli rumah dan mobil Honda Mobilio hitam B 1153 UIU . Mobil serta sertifikat tanah dan bangunan rumah juga dijadikan barang bukti.

"Saya mendapat bagian Rp 300 juta. Saya telah membeli rumah dan mobil",aku Lincing yang kedua kakinya tertembus proyektil. Kasus perampokan disertai kekerasan dengan sasaran toko emas masih terus dikembangkan penyidik Polda Jateng. (Cry)
 

BERITA REKOMENDASI