Polines Dorong Potensi Unggulan Daerah UMKM Sukoharjo

SEMARANG,KRJOGJA.com- Kabupaten Sukoharjo Jateng memiliki banyak potensi unggulan daerah melalui berbagai jenis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbagai produk.

Sektor industri UMKM ini sebagai andalan dan menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mendekati Rp 1 Trilyun (data tahun 2015). Namun UMKM ini perlu meningkatkan diri baik dari segi produksi, manajemen, SDM dan lain sebagainya agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Potensi UMKM khususnya yang bergerak di bidang produksi gitar UKM Sukirno dan AL-Bintang desa Mancasan dan Ngrombo, Kecamatan Baki mendapat perhatian Politeknik Negeri Semarang (Polines) untuk dijadikan mitra pengabdian masyarakat yang didanai Kemenristekdikti. Tim pengabdian program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) Polines dengan ketua Sarana SE MSi  beranggotakan Drs Suryanto MPd, Rani Raharjanti SE MSi dan Eka Murtiasri SE MSi  melaksanakan program PPUD 3 tahun (2019-2021) untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin gitar melalui program pendampingan pemberdayaan UMKM menjadi UMKM yang mandiri dan berdaya saing. Juga mampu menambah jumlah produksi, menjaga kualitas produk dan menambah omset penjualan serta terus berkembang menghadapi persaingan di tingkat lokal maupun global. 

Kontribusi utama program pengabdian ini membentuk sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo, pelaku usaha/UKM dan Politeknik Negeri Semarang sebagai institusi pengabdi. Sinergi yang terbentuk diharapkan mampu menjadikan UKM mandiri dan berdaya saing melalui pendampingan pembuatan produk unggulan yang berkualitas yaitu  produk unggulan berupa gitar yang memiliki ciri khas.

Ketua tim pengabdian Polines Sarana SE MSi menyatakan pendampingan Polines kepada 2 mitra UMKM selama 3 tahun meliputi bantuan bahan baku, pendampingan perbaikan proses produksi melalui penambahan mesin dan pembuatan SOP untuk perbaikan cara kerja, pendampingan penataan SDM bagian produksi, administrasi dan keuangan melalui pelatihan terstruktur, pendampingan pemasaran melalui pelatihan dan pembuatan media pemasaran berupa katalog manual, virtual, dan website marketing, serta pendampingan pemberian nama/merk dan perolehan hak paten sederhana. Di sisi lain program yang dilakukan ini juga mengajak para pelaku usaha (UMKM) mau lebih proaktif dan tidak wait and see. (sgi)

BERITA REKOMENDASI