Polines Ubah Limbah Jadi Berkah di Mlokomanis Wetan Wonogiri

SEMARANG,KRJOGJA.com -Desa Mlokomanis Wetan Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri memiliki banyak potensi, termasuk industri kecil pembuatan tahu. Di satu sisi, usaha ini menguntungkan secara ekonomi namun di sisi lain limbah produksi tahu bisa membawa pencemaran lingkungan berupa bau menyengat dan kotor kalau tidak dikelola secara baik.

Melihat potensi ini, tim pengabdian kepada masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan ketua Dr Totok Prasetyo BEng MT dan anggota Dr Dra Setyowati Rahayu MSi, Prof Dr Dra Okid Parama Astirin MS, serta Dra Vonny SAB MM melakukan hilirisasi riset unggulan berupa teknologi pengolahan air limbah menghasilkan biogas sebagai energi terbarukan sehingga bermanfaat dan berkah bagi penduduk desa setempat. Program pengabdian masyarakat dengan dukungan Kemenristekdikti ini dilakukan mulai tahun 2018, berlanjut tahun 2019 dan direncanakan selesai 2020.

“Limbah cair dari industri tahu dimasukkan digester jadi biogas dan slurying-nya digunakan untuk pupuk cair oleh kelompok wanita tani “Sakinah”. Lumpurnya digunakan sebagai pupuk organik. Teknologi ini dapat menurunkan padatan pencemar berkisar 75-90%. Metode yang digunakan dalam program pengembangan desa mitra ini lewat sosialisasi, penerapan teknologi dengan metode anaerob. Teknologi yang digunakan sederhana, mudah dipraktekkan dengan peralatan murah dan mudah didapat. Sehingga pelaku industri kecil dan menengah tidak lagi beranggapan pengolahan air limbah industri kecil tahu merupakan beban yang sangat mahal.Juga pendampingan serta monitoring dan evaluasi untuk keberhasilan menuju desa mandiri energi dan green village” ujar Dr Totok Prasetyo MT Beng.

Lebih lanjut menurut Dr Totok Prasetyo, teknologi yang yang dihasilkan berupa gas metana sebagai energi terbarukan dari hasil konsep recycle yang diterapkan dalam proses pengolahan air limbah industri kecil tahu ini sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis. Karena selain limbahnya tertangani dengan baik, juga dapat dihasilkan sumber energi terbarukan. Dikarenakan limbah cair dapat tertangani maka desa menjadi bersih dan bisa melakukan penanaman tanaman “toga” di sekitar rumah penduduk menuju desa green vilage. (sgi)

 

BERITA REKOMENDASI