Polisi Putar Balik Peziarah

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Menyambut tradisi syawalan dengan acara ziarah ke makam para tokoh agama di Kaliwungu tahun 2021 ini ditiadakan. Untuk mengantisipasi berkumpulnya para peziarah dari luar wilayah Kendal, tim gabungan Satgas Covid-19 melakukan penyekatan di areal makam Jabal Kaliwungu Kendal. Tidak hanya penyekatan, namun peziarah yang datang ke makam menggunakan motor maupun mobil disuruh putar balik untuk menghindari kerumunan massa.

Puncak tradisi syawalan selalu dipadati puluhan ribu peziarah dari berbagai daerah yang bisa menimbulkan kerumunan. Langkah penyekatan ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 dan mencegah munculnya klaster dari tradisi ziarah syawalan ini.

Meskipun tidak ada tradisi syawalan dan larangan sudah diumumkan namun ribuan peziarah sudah berdatangan ke komplek makam jabal di desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan. Meski tradisi syawalan tidak digelar namun warga dari berbagai daerah ini tetap berdatangan untuk berziarah di puncak tradisi syawalan Kaliwungu tersebut.

Tim gabungan dari TNI dan Polri serta satgas Covid-19 Kendal bekerja keras untuk mengurangi kerumunan yang terjadi di puncak malam tradisi syawalan ini. Tim gabungan melakukan penyekatan kepada peziarah dari sejumlah pintu masuk menuju makam dengan tujuan untuk mengurangi kerumunan dan membatasi warga yang berziarah.

Kepala Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Jumarno mengatakan meski tidak ada syawalan namun ribuan warga datang berziarah. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat bagi mereka yang bisa masuk ke area pemakaman.

“Kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kami dibantu satgas kecamatan dan kabupaten kendal untuk melakukan pemeriksaan kepada peziarah yang datang, tidak hanya memeriksa peziarah yang datang setiap pintu masuk disiapkan sarana cuci tangan dan wajib mengenakan masker,”ujar Jumarno, Kamis (20/05/2021).

Sementara itu Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi bahwa syawalan tidak diperkenankan. Namun demikian Polres Kendal tetap akan memfasilitasi warga yang hendak berziarah dengan melakukan pembatasan dan penyekatan di empat titik pintu masuk. Masyarakat juga diberi edukasi agar saat berziarah untuk tidak berkerumun dan bergantian dengan pengawasan satgas covid di setiap makam.

“Meski melarang namun bagi para peziarah yang sidah terlanjur datang akan kami perlakukan protokol kesehatna yang ketat agar tidak ada klaster baru,”ujar Raphael. (Ung)

BERITA REKOMENDASI