PPDI Kendal Pertanyakan Legalitas Bimbel “Dadakan” Hadapi CAT Perangkat

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL, KRjogja.com – Tahun 2021 banyak Perangkat Desa yang kosong karena purna tugas. Seiring dengan lowongan tersebut bermunculan Bimbingan Belajar (Bimbel) menghadapi Test Computer Assisted Test (CAT). Pernyataan tersebut dikatakan oleh Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kendal Chumaidi kepada KRjogja.com Jumat (18/6).

Pihaknya justru menyoroti kompetensi dari para penyelengara Bimbingan Belajar yang membimbing para calon perangkat desa tersebut. “Saya berpesan kepada para calon perangkat desa untuk lebih selektif jika ingin menggunakan bimbingan belajar agar siap menghadapi CAT tersebut, apalagi jika harus mebayar sejumlah uang untuk bimbingan tersebut,”ujar Chumaidi.

Chumaidi juga berharap pers pemberi Bimbingan Belajar juga haru mempunyai ijin sebagai sebuah lembaga pendidikan atau pelatihan. “Bimbel jangan asal harus berijin sebagai lembaga Diklat, dan para pengajar yang berkompeten di bidangnya,”lanjutnya.

Soal maraknya Bimbel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Ahmadi mengaku belum mengetahui akan hal ini, Dirinya justru menanyakan lembaganya ada dan bergerak apa dan dimana. “Ijin kelembagaan bimbel bukan wewenang kami, kalau Disdik Kabuoaten hanya Perizinan PAUD, SD, SMP PKBM dan LKP.

Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kendal Tamari mengatakan jika pihakbya menggelar Bimbingan Belajar secara gratis. “Kami tidak ingin berkomentar terkait dengan munculnya banyak bimbel, namun program iyang kami jalankan sebagai bentuk kepedulian kita dari pemuda muhammadiyah untuk bersama sama membantu masyarakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai perangkat desa namun ada keterbatasan, kami berikan materi yang kita susun untuk persiapan pembelajaran bagi peserta, kami juga menggunakan peralatan yang sesuai standart tes CAT, serta didampingi dari para pembimbing yang berkompeten. Itu semua kami berikan gratis untuk umum,”ujar Tamari.

BERITA REKOMENDASI