PPM Diterjunkan Bantu TNI Polri Jaga Kamtibmas

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG , KRJOGJA.com – Rangkaian ibadah Paskah di Kota Semarang sejak Jumat hingga Minggu (02-04/04/2021) berlangsung tertib dan aman. Partisipasi masyarakat dan ormas dalam membantu pengamanan Kamtibmas pun mendapat acungan jempol berbagai pihak.

Markas Daerah (Mada) Pemuda Panca Marga (PPM) menurunkan anggotanya untuk ikut berperan dan bersinergi membantu TNI Polri menjaga ketentraman dan kenyamanan masyarakat Kota Semarang.

“Kami perintahkan seluruh anggota PPM, termasuk Resimen Yudha Putra bersinergi dengan TNI dan Polri dalam menciptakan Kamtibmas, terkhusus di wilayah masing-masing. Pada momentum peringatan Paskah ini mereka juga membantu aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kami bersyukur semua menyambut baik menerima PPM sebagai mitra Kamtibmas,” ujar Kamada PPM Jateng Hj Gatyt Sari Chotidjah SH MM disampingi Kasmen PPM Adhi S, Minggu (04/04/2021).

Gembala Gereja Bethel Tabernakel KAO Puspowarno, PS Jeffry Honda Kandou usai memimpin ibadah sore, Minggu (04/04/2021) menyampaikan puji syukur atas kelancaran ibadah. Meski jemaat datang dibatasi karena protokol kesehatan untuk menghindari Covid 19, ibadah berjalan tertib dan lancar.

Terkait pasca teror terhadap gereja di Makassar, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan karena percaya aparat keamanan didukung potensi masyarakat telah berupaya sangat baik menciptakan Kamtibmas. “Kami sangat berterima kasih kepada TNI Polri, aparat dari Polrestabes Semarang dan Kodim 0733BS Semarang selalu hadir di tengah-tengah kami. Masyarakat lingkungan gereja juga berperan aktif ditambah dukungan PPM Jateng dan Bankom Polrestabes Semarang. Untuk kiprah semuanya kami sangat berterima kasih,” ungkap Ps Jeffry Honda Kandou.

Secara umum kondisi Kamtibmas Kota Semarang aman dan terkendali. Danramil Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah AR menyampaikan wilayahnya yang terdapat Gereja Katolik Katedral dan beberapa lainnya, aktifitas ibadah berjalan lancar dan aman. Hal sama juga di seluruh wilayah Semarang.

“Warga tak ada yang merasa takut dan was-was beribadah pasca teror di Makassar yang menyasar gereka. Hanya saja karena Pandemi, jumlah jemaat di semua gereja dibatasi karena mentaati protokol kesehatan,” ungkap Rahmatullah. (Cha)

BERITA REKOMENDASI