Praperadilan Tersangka Korupsi PPh21 Ditolak Hakim

Editor: KRjogja/Gus

SALATIGA, KRJogja.com – Gugatan praperadilan yang diajukan tersangka korupsi pajak penghasilan (PPh21) AS (60) mantan bendahara gaji Pemkot Salatiga ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Salatiga, pada sidang yang berlangsung, Senin (19/07/2021). Hakim PN Salatiga menyatakan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan Kejaksaan Negeri Salatiga terhadap AS dan penyitaan aset milik AS dinyatakan telah sesuai dengan Undang-Undang.

Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga, Moch Riza Wisnu Wardhana dihubungi KRJogja.com, Senin (19/07/2021) malam membenarkan atas penolakan pra peradilan yang diajukan tersangka tersebut. “Alhamdulillah praperadilan tersangka ditolak,” kata Moch Riza Wisnu Wardhana.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Salatiga, Ariefulloh yang juga Koordinator Penyidik Kejaksaan kepada KRJogja,com melalui jaringan telepon mengatakan dengan ditolaknya praperadilan tersangka korupsi PPh21 ini, pihaknya segera meningkatkan optimalisasi penyidikan termasuk aliran uang kerugian negara yang menurut perhitungan kejaksaan jumlahnya besar.

“Kami segera optimalisasi dan melakukan pengembangan penyidikan untuk mengetahui aliran uang yang menurut perhitungan sementara dari kejaksaan kerugian diduga bisa mencapai Rp 12 miliar,” tandas Ariefulloh, Senin (19/07/2021) malam.

Diketahui Kejari Salatiga menetapkan AS eks pembantu bendahara gaji Pemkot Salatiga sebagai tersangka korupsi pajak penghasilan (PPh 21) ASN Salatiga. Kejari juga menyita aset tersangka berupa sejumlah mobil dan sertifikat tanah bangunan. (Sus)

 

BERITA REKOMENDASI