Program “Bioskop Pustaka” Tingkatkan Minat Baca Anak

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Suasana hangat dan penuh tawa terasa saat berada di Rubbik School, sebuah Rumah Belajar yang menaungi anak-anak duafa di kampung Delikrejo Kota Semarang. Saat ini, ada sekitar 65 anak yang aktif berkegiatan di Rubbik, dengan beragam usia, dari tiga hingga belasan tahun. Dedikasi Keyko (salah seorang pengajar) dan kawan kawan di rumah belajar di Jalan Delikrejo RT 13 RW XI, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang ini patut diapresiasi.

Keyko mengatakan tujuan utama berdirinya Rubbik School menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk bertumbuh. Karena lingkungan tempat tinggal mereka yang cenderung keras dan memiliki tingkat kriminalitas relatif tinggi, sehingga dinilai sangat tidak baik untuk tumbuh kembang anak-anak di sana. Rubbik bukanlah tempat belajar yang memiliki peraturan ketat layaknya peraturan di sekolah formal. Di tempat ini, anak-anak dipersilakan bermain, bercanda, bahkan sekadar duduk-duduk atau beristirahat.

Tanti, salah seorang pengajar yang menjadi teman seperjuangan Keyko, mengatakan anak-anak memang diberi kebebasan di Rubbik. Sistem yang membebaskan. Tanpa tuntutan. Namun yang menjadi salah satu kekurangan untuk pelaksanaan pembelajaran di sana adalah minat baca anak-anak, yang tergolong relatif sangat rendah meskipun di sana sudah dilengkapi fasilitas mini library.

Pada bulan Juli lalu kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat ( PKM-PM) Politeknik Negari Semarang ( Polines) Di bawah bimbingan Dra Nurul Hamida MPd dengan Ketua Puji Wahyuningrum (mahasiswa D4- Manajamen Bisnis Internasional) beranggotakan Rizky Aulia (mahasiswa D4- Manajamen Bisnis Internasional),
Akbar Dwi Kurniawan (mahasiswa D3- Teknik Mesin), Biyanti dan siti Aminah (mahasiswa D4-Akuntansi Manajerial) datang ke Rubbik School untuk menjadi sukarelawan di sana dengan menerapkan program “Bioskop Pustaka”.

“Program ini penggabungan antara kegiatan membaca dan menonton bersama seperti di bioskop, karena cara efektif dalam mengajar anak-anak adalah dengan menjadikannya sebagai kegiatan yang mengasyikkan. Cara ini membuat mereka bersemangat karena mereka sangat tertarik dengan pembelajaran secara audio visual, saat kegiatan membaca berlangsung anak-anak bisa saling berbagi cerita mengenai isi buku yang mereka baca bersama dengan temannya” ujar Puji Wahyuningrum. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI