Program MOP, Pria Peserta Vasektomi di Salatiga Terus Meningkat

SALATIGA, KRJOGJA.com – Jumlah pria vasektomi dengan mengikuti program Metode Operasi Pria (MOP) di Kota Salatiga mencapai 118 orang. Jumlah ini, terakumulasi sejak tahun 2000 sampai dengan 2019 ini.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (Dalduk) Kota Salatiga, Sarwanti dihubungi KRJOGJA.com mengatakan bahwa target per tahun untuk mendapatkan peserta KB pria dengan MOP per tahun 5-6 orang. Tetapi di beberapa tahun tertentu terjadi peningkatan.

“Jumlah peserta pria vasektomi di Salatiga yang ditangani oleh Pemkot Salatiga dan data dari dinas ini sampai pertengahan 2019 ini mencapai 118 orang,” jelas Sarwanti, Kamis (04/07/2019).

Ia juga mengungkapkan, khusus untuk tahun sampai pertengahan tahun 2019 ini target peserta MOP sudah tercapai yakni sampai bulan Mei 2019 lalu, sudah 9 orang yang ditangani oleh dinas.
“Kami berharap jumlah peserta MOP (KB pria) bisa terus bertambah di Salatiga ini,” tukas Sarwanti.

Dari 118 orang ini tersebar di 4 kecamatan se-Salatiga, Kecamatan Tingkir 23 orang, Argomulyo 53 orang, Sidomukti 16 orang dan Kecamatan Sidorejo 26 orang.

Vasektomi adalah proses operasi pemotongan vas deferens (saluran berbentuk tabung kecil di dalam skrotum yang membawa sperma dari testikel menuju penis). Metode KB pria ini juga dikenal dengan istilah sterilisasi. Vasektomi bertujuan untuk mencegah pembuahan dan kehamilan karena tertutupnya akses sperma menuju air mani. Vasektomi adalah metode kontrasepsi yang bersifat permanen, tapi tidak akan memengaruhi kemampuan laki-laki dalam ejakulasi dan orgasme.

Ada dua jenis vasektomi, yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa pisau bedah.

Pada vasektomi konvensional, dokter bedah akan membuat sayatan pada kedua sisi skrotum yaitu bagian atas skrotum dan bagian bawah penis. Kemudian vas deferens di dalamnya akan dihilangkan, diikat, atau bahkan dikaterisasi. Bekas luka kemudian akan dijahit.

Sementara pada vasektomi tanpa pisau bedah, dokter bedah akan menggunakan penjepit kecil untuk menahan saluran yang akan dipotong, selanjutnya akan dibuat lubang kecil pada kulit skrotum dan memotong bagian saluran sebelum mengikatnya. Prosedur vasektomi ini tidak memerlukan jahitan dan merupakan prosedur yang paling populer karena minimnya risiko dan komplikasi yang ditimbulkan.(Sus)

 

BERITA REKOMENDASI