Program Satu Juta Rumah BTN Fasilitasi 27.000 Gojek Kredit Rumah

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJogja.com – Secara total, Bank BTN membuka akses KPR bagi 27.000 tukang ojek online yang tergabung dalam Mitra GO-JEK di 14 kota di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa hingga Sulawesi. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Bank BTN Oni Febriarto kepada wartawan melalui siaran persnya, Rabu (20/12/2017).

"Dalam rangka menjangkau masyarakat yang belum memiliki rumah sekaligus menyukseskan Program Satu Juta Rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kembali memperluas akses kredit pemilikan rumah (KPR) bagi para tukang ojek online. Melalui langkah strategis tersebut, sekitar 27.000 tukang ojek online yang tergabung dalam Mitra GO-JEK diberi kesempatan untuk mengakses KPR BTN dengan bunga rendah dan skema cicilan ringan", ungkap Oni.

Lebih lanjut Oni Febriarto mengungkapkan, sebagai integrator utama Program Satu Juta Rumah, Bank BTN terus melakukan berbagai inovasi dan kemitraan. Tujuannya, untuk menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia memiliki hunian, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja informal. Sejalan dengan komitmen tersebut, Bank BTN kembali membuka peluang bagi para Mitra GO-JEK di Semarang untuk dapat memiliki rumah dengan cicilan dibawah Rp50.000 per hari.
 
Hingga November 2017, tercatat lebih dari 4.500 tukang ojek yang disebut mitra GO-JEK telah mengajukan diri agar memeroleh fasilitas KPR khusus tersebut. Sebanyak 397 Mitra GO-JEK pun telah melakukan akad KPR dengan nilai total Rp51,6 miliar pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 KPR BTN, pekan lalu.
 
Kerja sama Bank BTN dan GO-JEK ini pun digelar dalam rangka HUT ke-41 KPR BTN. Dalam kiprahnya selama 41 tahun memberikan pembiayaan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah yang layak, bank dengan sandi saham BBTN ini telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp 230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah. Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75% diantaranya mengalir dalam bentuk KPR Subsidi. Angka tersebut setara dengan nilai KPR Subsidi sebesar Rp110,45 triliun. Sedangkan sisanya atau sebesar Rp 119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR Non-Subsidi. (Cha)

BERITA REKOMENDASI