Proses Penyidikan Janggal, Achmad Ajukan Pra Peradilan

Editor: KRjogja/Gus

BATANG, KRJOGJA.com – Achmad Muchadirin Warga Desa Kebondalem Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang merasakan kejanggalan yang dialaminya. Sebagai orang awam dirinya merasa tidak pernah berbuat melanggar hukum tiba-tiba disangka melakukan pelanggaran pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian. Karena ketidaktahuan tentang hukum maka dirinya menunjuk pengacara untuk mendampingi.

“Saya dituduh melakukan jual beli pupuk bersubsidi, dan ada temuan saat ada operasi gabungan Polres Batang dengan Disperindagkop Batang,”ujar Achmad Jumat (26/6). Dirinya hanya ingin hukum ditegakkan dan sebagai orang yang awam dan tidak mengerti hukum bisa mendapatkan keadilan yang sebenarnya.

Setelah dilakukan pendalaman terhadap kasusnya, Surahman Simanjorang, SH, CLA dari Kantor SE dan Co Lawyer selaku pengacara yang ditunjuk oleh Achmad Muchadirin menemukan beberap kejanggalan dalam proses penyidkan. Atas kejanggalan itulah pihak pengacara mengajukan pra peradilan terhadap kasus yang dialami Achmad Muchadirin.

Surahman melihat jika Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan nomor B/A3/IV/2020/Reskrim tertanggal 11 April 2020 Achmad Muchadirin statusnya sudah disebut sebagai tersangka. Dirinya kemudian melakukan pengecekan dan diketahui dasar laporan polisi nomor LP/A/45/II/2020/JATENG RES BYG tertanggal 28 Februari 2020 dan Surat Perintah Penyidikan nomor SP Sidik/44/II/2020/Reskrim dengan tanggal yang sama dan pihaknya menilai SPDP yang diajukan tidak berdasar.

BERITA REKOMENDASI