Puan Maharani Terima Dr HC dari Undip

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – Universitas Diponegoro (Undip) menganugerahkan gelar doktor kehormatan (doktor honoris cause atau Dr HC) kepada Ketua DPR RI Puan Maharani. Upacara penganugerahan dilakukan di Undip, Jumat sore (14/2). Dihadiri Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, para pejabat teras DPR, MPR, sejumlah menteri dan pejabat daerah Jateng.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum menyampaikan, Puan Maharani 2 tahun lalu saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI diusulkan oleh DPP IKA Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip dan direkomendasi banyak pihak. Setelah menjalani bimbingan akademik dan penilaian oleh tim dosen, maka Puan Maharani akhirnya ditetapkan Undip sebagai tokoh ke-13 yang menerima Doktor Kehormatan bidang Ilmu Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Nasional dari Undip sejak berdiri 63 tahun lalu.

“Gelar Dr HC ini bukti Ibu Puan Maharani telah berkontribusi signifikan terhadap kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa, negara dan umat manusia, baik sebagai pribadi maupun dalam kedudukan sebagai pemimpin lembaga negara, sebagai Menko PMK maupun Ketua DPR RI. Undip berharap dengan Dr Hc maka Puan Maharani akan semakin mengembangkan kebijakan kebudayaan yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia dalam wadah NKRI yang berideologikan Pancasila serta unggul dalam segala persaingan dunia,” ujar Rektor.

Dalam pidato ilmiahnya berjudul “Kebudayaan Sebagai Landasan Utama Membangun Manusia Indonesia Berpancasila Menuju Era Masyarakat 5.0” Dr Hc Puan Maharani mengatakan, kebudayaan Indonesia harus dipandang dan difungsikan untuk memanusiakan manusia. Peran negara sangat penting untuk menjamin manusia yang berkebudayaan Indonesia, bukan kebudayaan negara lain yang implementasinya yaitu kekuatan arus utama dalam membangun masyarakat yang berfokus pada revolusi 5.0.

“Penganugrahan gelar DR HC ini merupakan upaya kita bersama dalam membangun bangsa. Kesediaan menerima gelar ini didasarkan pada perkembangan aktual di Indonesia, yaitu sejak reformasi cenderung politik berperan dalam kuasa di segala sendi-sendi kehidupan, gejala tersebut telah mengikis nilai-nilai luhur pancasila,” ungkapnya.

Puan berharap pada era persaingan global yang semakin massif ini, diperlukan gerakan reorientasi dalam pembangunan. Konsep pembangunan manusia dan kebudayaan sebagai orientasi dalam pembangunan. (Sgi)

 

BERITA TERKAIT