Puluhan Ketua RW Geruduk Kantor Walikota, Ini Sebabnya

Editor: KRjogja/Gus

SALATIGA, KRJOGJA.com – Puluhan ketua RW se Kota Salatiga mendatangi Walikota Salatiga, Kamis (27/12). Mereka menagih janji soal hibah dana bantuan untuk RW yang sudah diproses sejak 2017 lalu. Ternyata alokasi bantuan yang sudah diusulkan secara prosedur aturan oleh Pemkot Salatiga kepada DPRD pada APBD 2019 dicoret (tidak disetujui)  oleh lembaga wakil rakyat.

“Kami mendatangi Pak Walikota untuk menanyakan dan menagih janji mengenai dana hibah pembangunan di lingkungan RW program Guyub RW di Salatiga, yang ternyata tidak muncul di APBD 2019 dan informasi dicoret oleh DPRD Salatiga,” ujar Ketua RW 5 Kelurahan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Wiwik Sunarto (46) kepada para wartawan.

Puluhan ketua RW dari berbagai wilayah kelurahan di Kota Salatiga ini duduk bersama dengan Walikota Salatiga, Yuliyanto didampingi Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Wahono.

Walikota Salatiga dihadapan puluhan ketua RW menjelaskan, bahwa pihak Pemkot Salatiga (tim anggaran pemerintah daerah) sudah mengusulkan dana hibah program  guyub RW dengan prosedur yang benar dan telah masuk ke KUAPPAS 2019 sebesar Rp 8,9 miliar. Bahkan telah diterbitkan Perwali Nomor 20 Tahun 2018 dan Surat Keputusan (SK) Walikota Salatiga tentang nominal (besaran) dana bantuan hibah program guyub RW per RW di Salatiga.

“Saya sebagai Walikota telah mengusulkan dan mengalokasi anggaran untuk pembangunan di RW seluruh Salatiga. Bahkan saya sudah tandatangani SK nominal bantuan yang besarnya variatif. Seharusnya tidak bisa ditolak oleh DPRD apalagi dicoret dan tidak disetujui. Saya sendiri juga tidak tahu apa alasan DPRD Salatiga menolak program untuk kepentingan masyarakat luas. Silahkan panjenengan tanyakan kepada DPRD juga nggih,” tandas walikota.

Walikota juga mengungkapkan, kalau pencoretan oleh DPRD Salatiga ini terkait tahun politik maka saat pencairan dana RW tersebut silahkan siapapun yang menyerahkan atau dari partai manapun tidak masalah.

“Saya sampai mengatakan dana hibah RW ini akan dicairkan sehabis Pileg dan Pilpres tidak apa-apa yang penting disetujui demi masyarakat. Soal yang menyerahkan semisal dari partai manapun monggo saja. Yang penting warga mendapat manfaat. Kami minta maaf kepada ketua RW dan warga usaha kami sudah maksimal,” tanda Walikota Salatiga, Yuliyanto.

Dalam pertemuan ini juga muncul beberapa pernyataan ketua RW. Seorang ketua RW di Salatiga Budi S (60) mengungkapkan bahwa persoalan politik, warga tidak tahu menahu yang penting ada dana hibah RW harus jelas dan cair. Menurutnya melihat proses ini, kegagalan alokasi dana guyub RW di Salatiga ini adalah ulah DPRD Salatiga.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban kepada DPRD atas masalah ini. Ini kepentingan warga masyarakat di lingkungan RW. Soal politik tidak urusan, dan kami tidak tahu menahu, yang penting dana RW harus cair direalisasikan dan jelas keberadaannya,” ujar Ketua RW 04 Kampung Pancuran Salatiga, Budi S di ruang kerja Walikota, Kamis (27/12).

Setelah mendapat penjelasan, puluhan ketua RW ini langsung menuju ke Kantor DPRD Salatiga untuk mengklarifikasi masalah pencoretan dan batalnya dana hibah RW di APBD 2019. Namun mereka tidak berhasil bertemu anggota DPRD Salatiga satupun.”Para wakil rakyat tidak berada di tempat. Kalau pada alokasinya dijanjikan pada perubahan APBD 2019, bisa saja anggota DPRD ganti orang,” ujar beberapa ketua RW.

Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Salatiga, Joko Wahono mengatakan pihaknya telah mengajukan dan bahkan sering bertemu dengan antara tim anggaran dan badan anggaran (banggar) DPRD.

“Kami tidak mengetahuinya tiba-tiba dicoret dan akan dialokasikan pada Perubahan APBD 2019. Semua prosedur sudah kami jalani,” tandas Joko Wahono kepada KR. (Sus)

 

BERITA REKOMENDASI