PWI Jateng Sesalkan Kelambatan Penyidikan Kasus Kekerasan Pada Wartawan

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRjogja.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng menyesalkan langkah Polres Rembang yang dinilai lamban dalam menyelidiki dugaan kekerasan yang dilakukan karyawan PLTU Pembangkit Jawa Bali (PJB) Sluke terhadap wartawan di Rembang, pada 18 Agustus 2016, di RSU Rembang.

 

Pasalnya, sejak kasus tersebut terjadi, penyelidikan terkesan jalan di tempat. Indikasinya, hingga satu bulan lebih penyelidikan dilakukan belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan polisi. Padahal para wartawan yang dirugikan sudah mendatangi Polres Rembang pada 23 Agustus 2016 proaktif untuk diperiksa sebagai saksi korban.

Ketua Lembaga Advokasi Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Zaenal Abidin Petir kepada KRjogja.com, Kamis (22/9/2016), mengatakan, proses penyelidikan yang dilakukan Polres Rembang terhadap kasus kekerasan wartawan terlalu lamban. Proses penyelidikan yang dilakukan Polres Rembang dianggap berlarut-larut. “PWI Jateng kecewa terhadap penanganan kasus penghambatan dan intimidasi terhadap wartawan di Rembang. Semestinya Polres memprioritaskan kasus ini. Sebab, ini adalah satu-satunya kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Jateng,” terang Zaenal.

Ia menyebut, sudah pernah menanyakan perkembangan penyelidikan kasus ini kepada penyidik Mapolres Rembang. Ia mendapatkan jawaban, ada karyawan PLTU PJB yang diyakini sebagai penahan dan penghapus file foto di telepon seluler wartawan yang gagal diperiksa kali kedua. “Mestinya yang bersangkutan ini diperiksa lagi 15 September lalu. Namun, karena ada surat dari PJB bahwa yang bersangkutan menangani mesin, pemeriksaan diundur awal Oktober depan. Saya menilai ada niatan mengulur-ngulur waktu oleh PJB yang direspon oleh Polres Rembang. Masa, mengurusi mesin 24 jam penuh. Perlakuan seperti ini jelas tak profesional,” ujarnya.

Menurutnya, Polres Rembang harus konsisten menjaga profesionalitas dalam penuntasan kasus ini. Sehingga, seharusnya Polres Rembang proaktif untuk sesegera mungkin menuntaskan penyelidikan lantaran kasus ini termasuk menonjol. (Isi)

 

BERITA REKOMENDASI