Raja dan Ratu Kraton Agung Sejagat Ternyata Bukan Pasutri Resmi

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Raja dan ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fanni Aminadia yang telah dijadikan tersangka ternyata  Kepada penyidik Polda Jateng, keduanya mengaku hanya menikah siri.

"Awalnya kan, ngaku suami istri resmi. Kita tanya terus, jadi berubah nikah siri. Kita tanya lagi, mereka sudah enggak mau menjelaskan detail. Intinya mereka bukan pasangan resmi yang sah menurut hukum yang ada di Indonesia," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Komisaris Besar Polisi Budi Haryanto.

Budi menambahkan Toto dan Fanni memiliki peran yang sama dalam melakukan penipuan berkedok mendirikan Kraton. Mereka berusaha meyakinkan masyarakat melalui acara pawai budaya.

"Pengakuan tersangka dan para saksi, kegiatan Kraton itu mulai terlihat menonjol di tahun 2018 diawali kirab-kirab, upacara adat, agar meyakinkan masyarakat soal Keraton yang didirikannya. Begitu pula dengan dokumen dan surat-surat yang dicetak sendiri," kata Budi.

Berdasarkan identitas yang dimiliki, kedua tersangka Toto dan Fanni bukan merupakan warga Jawa Tengah, namun berasal dari Jakarta.

Pengikut Kraton Agung Sejagat diwajibkan  Uang itu digunakan untuk biaya pendaftaran. Setelah itu, Keraton menjanjikan para anggota mendapatkan gaji dalam bentuk dolar tiap bulan. (*)

BERITA REKOMENDASI