‘Ratu’ Dyah Gitarja Dititipkan di LP Wanita Bulu

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJOGJA.com – Fanny Aminandia (41) yang menjadi 'ratu' keraton Agung Sejagat bermasalah dengan nama Dyah Gitarja sejak Kamis(16/1) tidak lagi tidur di sel Polda Jateng. Ia dipindahkan berpisah dengan 'raja'Totok Santoso Hadiningrat dari sel Polda Jateng ke LP wanita Bulu, Semarang sebagai tahanan titipan.

"Tersangkah Fanny alias Dyah penahannya dititipkan ke LP wanita Bulu", ungkap.Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna,Kamis (16/1).

Pemindahan tempat penahanan mengingat ruang tahanan Polda Jateng penuh. Oleh karena agar Dyah sebagai tahanan wanita tidak menemui hal tidak diinginkan dititipkan ke LP wanita peninggalan semasa jaman penjajahaan.

Dyah bersama Totok yang terjerat tindak pidana penipuan dengan kedok mendirikan keraton Agung Sejagat di Purworejo tertangkap pada Selasa(14/1) sore di Wates Kulonprogo. Selain menipu, keduanya juga dituduh meresahkan masyarakat.

Ulah mereka sekarang ini,memang masih menjadi pergunjingan masyarakat. Bahkan, dalam perkembangan penyidikan, Totok Santoso Hadiningrat dihadapan penyidik mengaku juga mendirikan kerajaan di tempat lain seperti Klaten, bahkan juga di Yogya dan seberang Lampung. Tetapi, pengikutnya paling ramai di Purworejo mencapai 450 orang. 

'Raja'Totok rencana membentuk pemerintahan mulai dari tingkat bawah bekel (lurah) hingga pembentukan kabinet 'maha menteri'. Gaji pegawai dijanjikan tinggi berbentuk dolar. Namun, untuk menjadi pegawai dengan gaji tinggi berupa dolar diwajibkan membayar iuran mulai Rp 3 juta hingga puluhan juta. Bahkan, ada yang membayar iuran mencapai Rp 107 juta. Jika ada yang tidak mau membayar iuran dilaknat akan celaka dan dituduh teroris.

Namun, para korban sadar tertipu setelah 'raja' dan 'ratu' yang bukan suami istri ditangkap polisi. Kasus ini masih dikembangkan mencari kemunkinan pelaku lain. (Cry)

 

BERITA REKOMENDASI