Ratusan ASN RSUD Minta TPP Disamakan

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di RSUD Salatiga meminta kepada Pemkot Salatiga agar menyamakan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) dengan ASN yang berada di Pemkot Salatiga.

Direktur RSUD Salatiga, Dwi  Pamudji Eko Sudarko menjelaskan jumlah karyawan di RSUD kurang lebih 720 orang. ASN di RSUD Salatiga tidak mendapatkan TPP seperti ASN di Pemkot Salatiga melainkan hanya mendapatkan jasa pelayanan (japel) yang besarannya variatif.

“Kami saat ini berusaha meningkatkan spirit kerja bagi karyawan dengan model remunerasi memberikan uang jasa pelayanan (japel) kepada karyawan. Untuk karyawan terendah besarnya sesuai dengan besaran TPP ASN di Pemkot Salatiga terendah agar tidak terjadi kesenjangan bagi yang berstatus ASN,” tandas Dwi Pamudji Eko Sudarko, Selasa (15/10/2019).

Ia berharap agar Pemkot dan DPRD Salatiga bisa memberikan yang terbaik bagi karyawan di RSUD Salatiga sebagai pelayanan publik. Diakuinya, untuk uang jasa pelayanan (japel) yang diterima oleh sebagian dari karyawan, memang  lebih besar dibandingkan dengan TPP ASN di Pemkot Salatiga.

“Misalnya dokter dan perawat japelnya besar, tetapi berdasarkan pelayanan dan jumlah pasiennya dan sumber dananya dari dana BLUD. Sedangkan yang ASN di RSUD Salatiga tidak mendapat TPP seperti di Pemkot Salatiga. Untuk itu kami akan mencari terobosan agar kesejahteraan meningkat sehingga tidak terjadi keresahan karyawan,” ujar Dwi Pamudji Eko Sudarko.

Ia mengungkapkan saat ini japel dari sumber dana BLUD yang diterima karyawan RSUD yang berstatus ASN masih banyak yang besarannya jauh di bawah TPP ASN yang bertugas di Pemkot Salatiga. Menurut Dwi Pamudji masih banyak yang mendapat Rp 800.000 per bulan. Padahal informasi yang dihimpun tim karyawan, TPP status ASN golongan dan pangkat terendah di Pemkot Salatiga sudah mencapai Rp 1,7 juta per bulan.

“Ini yang membuat ASN di RSUD Salatiga merasa tidak dianggap sebagai anaknya Pemkot Salatiga. Mengapa sama-sama ASN, dan sama-sama anaknya Pemkot Salatiga kok selisih jauh,” tukasnya. (Sus)

BERITA REKOMENDASI