Ratusan Makam di Pati Hilang Terendam Banjir

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Kepungan banjir menyebabkan tiga komplek pemakaman ‘hilang’ di wilayah kecamatan Jakenan. Sedang kalangan DPRD Pati meprihatinkan minimnya data penanganan banjir.

Banjir di kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati Kota, Juwana dan Jakenan belum surut. Makam (kuburan) yang ‘hilang’ di wilayah kecamatan Jakenan akibat terkepung air banjir, berada di desa Ngastorejo, Karangrowo, dan di dukuh Dongkil desa Kedungmuyo karena tertutup genangan air, setinggi dada orang dewasa.

Wakil Ketua DPRD Pati, H Jhony Kurnianto MT menyorot masalah data penanganan banjir yang dilakukan jajaran pemkab. “Terkesan semprawut tidak ada koordinasi antar dinas. Jajaran pemkab Pati seharusnya selalu meng-update ketinggian air dan berapa banyak jumlah warga yang terdampak banjir, khususnya yang sampai diungsikan,” ujarnya, Rabu (10/02/2021).

Menurut ketua DPC PD Pati ini, hingga Rabu (10/02/2021) desa yang paling parah kondisinya akibat banjir adalah Gadudero, Poncomulya dan Babadan di kecamatan Sukolilo serta Desa Tluwah dan Kedungpancing di kecamatan Juwana.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, akibat banjir 319 KK (978 orang) mengungsi. Ini disebabkan air masuk kedalam rumah warga.

Warga yang mengungsi dari Desa Karangrowo (Jakenan) 598 orang, Doropayung (Juwana) 272 orang dan Desa Kasiyan (Sukolilo). “Kondisi air tertinggi di Kosekan dan Mintobasuki (Gabus),” ucap Martinus Budi Prasetya. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI