REI Jateng Gelar Property Expo

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJogja.Com – DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah merangkul 11 pengembang dan satu pemangku kepentingan (perlengkapan interior) untuk menggairahkan pasar perumahan kelas menengah ke atas melalui Property Expo Semarang 8 di Mal Paragon Semarang.

"Pameran berlangsung mulai tanggal 13-24 November 2019," kata Ketua Panitia Property Expo Semarang Dibya K. Hidayat di sela pameran, Jumat (15/11/2019)

Dibya mengungkapkan peserta yang ikut dalam pameran properti tersebut berasal dari rumah kelas menengah ke atas dan hasilnya ditargetkan bisa mencapai Rp 50 miliar.

"Pemerintahan yang baru, suhu politik yang sudah dingin, kami berharap bisa memulihkan market kami. Memang selama ini kami belum bisa memenuhi ekspektasi target panitia. Namun, kami optimistis hasilnya bisa naik," kata Dibya K Hidayat.

Apalagi, tambah Dibya, biasanya pada akhir tahun biasanya ada banyak diskon atau potongan harga yang diberikan oleh para pengembang atau kemudahan lainnya untuk mempermudah kepemilikan rumah.

Dibya menilai perumahan merupakan tolok ukur perekonomian, oleh karena itu dirinya menyayangkan subsidi untuk FLPP yang melibatkan banyak pekerja dengan model padat karya kuotanya telah habis.

"Bukan masalah banyak yang tidak menyalurkan, tetapi karena memang subsidi dari pemerintah untuk FLPP telah habis. Jadi sudah tidak ada lagi fasilitas FLPP," ungkap Dibya K Hidayat.

Pameran mendapat perhatian masyarakat Semarang dan sekitarnya. Johan Masmira, salah satu pengunjung mengaku datang dati Kota Tangeran ke Semarang dan tertarik mengunjungi pameran. Dirinya mengaku sedang mengembangkan usaha di kota-kota besar yang memiliki akses Tol Trans Jawa, oleh karena itu Semarang menjadi daerah tujuannya untuk mengembangkan usaha sehingga tumbuh minatnya untuk mencari hunian transit untuk kepentingan mengelola bisnis.

"Saya kira akan banyak orang luar Kota Semarang memiliki rumah di sini untuk mendukung bisnisnya. Sebab pengembangan infra struktur justru akan mempengaruhi perluasan wilayah hunian," ungkap Johan. (Cha)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI